Jokowi Hentikan Ekspor Minyak Goreng, India Dibuat 'Bergoyang'

- Rabu, 4 Mei 2022 | 20:50 WIB
Ilustrasi ekonomi India
Ilustrasi ekonomi India

HARIAN HALUAN - Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang ekspor minyak kelapa sawit dan semua turunannya (CPO) ternyata membuat India 'bergoyang' alias panik.

Diketahui, selama ini, Indonesia menjadi eksportir utama minyak goreng di negeri Hindustan tersebut. Indonesia menghentikan sementara ekspor minyak goreng guna menstabilkan harga di dalam negeri yang melonjak akibat perang di Ukraina dan pandemi Covid-19. Akibatnya, India pun bergoyang alias kalang kabut.

Tercatat, minyak goreng merupakan bagian integral dalam konsumsi makanan di India. Negara ini adalah konsumen kedua terbesar dunia dan importir terbesar minyak goreng.

Baca Juga: Muslim Makin Terpinggirkan, Pengadilan India Perkuat Larangan Hijab di Kelas

Sekitar 56% kebutuhan minyak goreng India impor dari lebih tujuh negara. Warga India sebagian besar menggunakan minyak goreng dari kelapa sawit, kedelai, dan bunga matahari.

Untuk minyak sawit, India mengimpor 90% kebutuhan dari Indonesia dan Malaysia. Sekitar setengahnya berasal dari Indonesia saja.

Sedangkan setengah dari kebutuhan minyak goreng dari bunga matahari berasal dari Rusia dan Ukraina, yang terdiri dari 80% ekspor global.

Perang di Ukraina bakal mengurangi 25% pasokan minyak goreng dari bunga matahari dalam tahun fiskal ke depan, menurut suatu laporan. Cadangan minyak sawit di Malaysia, produsen terbesar kedua dunia, juga kian ketat.

Tahun ini, India akan menghabiskan sekitar US$ 20 miliar untuk impor minyak goreng, dua kali lipat dibanding dua tahun lalu.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Main di Sungai, 2 Anak di Cirebon Tenggelam

Selasa, 5 Juli 2022 | 20:46 WIB
X