Menteri Trenggono Optimis Program Prioritas KKP Picu Pertumbuhan UMKM di Indonesia

- Kamis, 12 Mei 2022 | 16:06 WIB
Sakti Wahyu Trenggono optimis implementasi program prioritas KKP yang berbasis ekonomi biru
Sakti Wahyu Trenggono optimis implementasi program prioritas KKP yang berbasis ekonomi biru

HARIAN HALUAN - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono optimis implementasi program prioritas KKP yang berbasis ekonomi biru akan memicu peningkatan kinerja koperasi dan UMKM menjadi lebih merata di Indonesia.

Program prioritas di bidang perikanan tangkap dan budidaya tersebut menurutnya, membuka banyak peluang usaha dan lapangan kerja yang dapat dioptimalkan oleh masyarakat, khususnya anak muda.

“Laut kita wilayahnya luas dari Sabang sampai Merauke yang saat ini sedang diperbaiki tata kelolanya. Seluruhnya masih tersentral di Jawa atau hasilnya dibawa ke Jawa. Dengan adanya program prioritas seperti penangkapan ikan terukur, saya yakin pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya di Jawa, namun seluruh Indonesia,” jelas Menteri Trenggono dalam acara Tempo BNI The Bilateral Forum 2022 di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga: KKP-Polri Sita 357 Karang Hias yang Diselundupkan di Lombok

Tiga program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meliputi kebijakan penangkapan terukur berbasis kuota untuk subsektor perikanan tangkap. Kemudian pengembangan perikanan budidaya dengan komoditas berorientasi ekspor, serta pengembangan kampung budidaya berbasis kearifan lokal pada subsektor perikanan budidaya.

Menteri Trenggono membeberkan kaitan implementasi program prioritas kebijakan penangkapan terukur berbasis kuota dengan penguatan kinerja koperasi dan UMKM. Melalui program tersebut, KKP mendorong para nelayan kecil untuk berkelompok dan bergabung ke suatu koperasi sehingga nantinya bisa mendapat kuota penangkapan yang lebih besar di zona-zona yang telah ditetapkan pemerintah.

Sedangkan kaitannya dengan UMKM, nantinya pelabuhan perikanan di luar Pulau Jawa akan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru sebab menjadi lokasi wajib pendaratan ikan bagi penerima kuota penangkapan. Hal ini memberi peluang lahirnya berbagai usaha turunan seperti pengolahan ikan, perbaikan kapal, pabrik es, hingga warung makan, di samping usaha utama penangkapan ikan.

Sementara dua program prioritas pada subsektor perikanan budidaya, koperasi dan UMKM juga punya peluang untuk melakukan usaha di hilir. Seperti dari pengolahan, packaging, sampai distribusi dan pemasaran.

“Ini sangat luar biasa. Hal ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk mengembangkan usaha. Kita juga hitung sampai 1,4 juta lapangan kerja baru yang akan timbul. Tentu ini akan mampu memberikan pemerataan pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X