Diduga Ada Penyelundupan CPO Migor Selama Lebaran, RI Rugi Banyak

- Kamis, 12 Mei 2022 | 18:55 WIB
Sorot Kasus Ekspor Minyak Goreng, 'Manusia Merdeka': Jahatnya di Titik Nadir /YouTube Dioz Channel
Sorot Kasus Ekspor Minyak Goreng, 'Manusia Merdeka': Jahatnya di Titik Nadir /YouTube Dioz Channel

HARIAN HALUAN - Indonesia diduga mengalami banyak kerugian akibat buntut kasus minyak goreng yang tak kunjung usai. Beberapa waktu sebelumnya, untuk mengatasi harga minyak goreng yang mahal, pemerintah mengumumkan akan melarang ekspor crude palm oil (CPO) yang merupakan bahan dasar dalam pembuatannya.

Sayangnya, keputusan tersebut kemudian diubah dan yang dilarang adalah RBP Palm Oilen yang diberlakukan sejak 28 April 2022 menurut pengumuman dari pemerintah.

Usut punya usut, ternyata larangan eskpor tersebut baru dilaksanakan pada Rabu, 11 Mei 2022 dengan alasan terpotong libur Lebaran 2022.

Baca Juga: Kejagung Periksa Dua Saksi Inisial LCW dan NS Terkait Kasus Pemberian Fasilitas Ekspor CPO Minyak Goreng

Hingga saat ini, harga minyak goreng kemasan di sejumlah supermarket hampir menyentuh ke angka Rp49.950 untuk ukuran dua liter.

"Menarik pernyataan ini - bhw larangan ekspor mulai berlaku 28 April tapi baru efektif dilaksanakan saat ini krn terpotong lebaran," tulis mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, dari Twitter miliknya.

Said Didu juga mengungkapkan potensi penyelundupan CPO yang bisa terjadi di tengah ketidakpastian pemberlakuan larangan tersebut. Musababnya, pada April 2022, pihak TNI AL menangkap sejumlah kapal yang diduga menyelundupkan minyak goreng maupun bahan bakunya.

Baca Juga: Pemilik Resto Korsel Naikkan Harga, Imbas Jokowi Larang Ekspor Migor dan CPO

"Artinya sekitar 2 minggu terjadi penyelundupan CPO, olein, dan minyak goreng ? Jika hal tsb terjadi artinya ada kerugian negara trilyunan rupiah," pungkas Said Didu.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Main di Sungai, 2 Anak di Cirebon Tenggelam

Selasa, 5 Juli 2022 | 20:46 WIB
X