Jadi Bahan Baku PDAM, Peneliti Temukan Pencemaran Mikroplastik di Sungai Batang Kuranji

- Jumat, 13 Mei 2022 | 20:35 WIB
Ilustrasi Air
Ilustrasi Air

HARIAN HALUAN - Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) bekerja sama dengan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumbar menemukan banyaknya pencemaran oleh mikroplastik di Sungai Batang Kuranji, Kota Padang.

Menurut peneliti ESN Amiruddin Muttaqin, adanya kandungan mikroplastik di Sungai Batang Kuranji disebabkan banyaknya sampah, terutama sampah plastik yang dibuang ke sungai tersebu.

"Pada Rabu, 11 Mei 2022 kami mengambil sampel air di Batang Kuranji di jembatan By Pass menuju ke Solok, airnya memang bening namun dalam air sungai dijumpai sachet, tas kresek, sak atau glangsing dan beberapa plastik bening yang terjepit di bebatuan, sebaran sampah plastik inilah yang kemudian terfragmentasi menjadi serpihan mikroplastik" kata Amiruddin Muttaqin pada HarianHaluan.com, Jumat 13 Mei 2022.

Baca Juga: Cara Cek Tagihan PDAM dan Pembayarannya Secara Online

Namun, peneliti kualitas air di Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) tersebut menyebut kandungan klorin pada air sungai Batang Kuranji masih tergolong rendah, yakni 0,02 mg/L. Berdasarkan PP 22/2021 yang mengatur Baku Mutu Air, kadar klorin pada air sungai tidak boleh lebih dari 0.03 mg/L.

"Kendati masih tergolong rendah, pencemaran sungai di Batang Kuranji tetap harus diwaspadai karena sungai tersebut menjadi salah satu bahan baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)," katanya.

Ia menjelaskan bahwa Batang kuranji sangat penting bagi kota Padang karena menjadi bahan baku PDAM, tapi sayang sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan adanya kontaminasi mikroplastik

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Walhi Sumbar Ajak Masyarakat Kelola Sampah Organik

"Berdasarkan hasil pantau cepat dengan mikroskop portable pembesaran hingga 100 kali ditemukan partikel mikroplastik jenis filamen, fiber dan fragmen," ujarnya.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

X