Pasca Adanya Ditemukan PMK pada Sapi di Sijunjung, Dinas Peternakan Koordinasi Dengan Polda Sumbar

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:17 WIB
Hewan Ternak yang Terkena Wabah PMK Dimusnahkan. (Pexels.com/Mark Stebnicki)
Hewan Ternak yang Terkena Wabah PMK Dimusnahkan. (Pexels.com/Mark Stebnicki)

HARIAN HALUAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar lakukan koordinasi dengan Polda Sumbar terkait ditemukannya 4 ekor sapi yang terserang penyakit kuku dan mulut (PMK) di daerah Kabupaten Sijunjung beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, drh. Erinaldi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Polda Sumbar untuk melakukan pengetatan arus lalu lintas sapi yang datang dari luar Provinsi Sumbar.

"Seluruh kendaraan yang membawa ternak akan di periksa dan di tanya kelengkapan surat asal ternak," katanya.

Baca Juga: 4 Ekor Sapi Diduga Terserang PMK Ditemukan di Sumbar, Pasar Ternak Palangki Sijunjung Ditutup

Ia menjelaskan terkait pemeriksaan tersebut maka akan dilakukan di delapan titik pintu masuk Sumbar, seperti di Rao, Pasaman, Rimbo Data, Payakumbuh, dan di Gunung Medan, Dharmasraya

"PMK sendiri merupakan penyakit hewan yang disebabkan oleh Apthovirus yang pada umumnya penyakit ini menyerang hewan berkuku genap atau belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, dan beberapa jenis hewan liar seperti jerapah dan gajah," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar pun telah menerbitkan  Surat Edaran (SE) nomor 559/ED/GSB 2022 tentang pengendalian dan penanggulangan terhadap ancaman masuk dan penyebarnya penyakit mulut dan kuku (food and disease)/(PMK) di Sumbar.

Baca Juga: Mentan Bergerak Cepat Cegah PMK di Jawa Tengah

"Dalam SE yang di terbitkan pada 12 Mei 2022 tersebut, itu tercantum larangan  jual beli ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, dan domba) dari wilayah yang sedang terjangkit kasus PMK," kata drh. Erinaldi.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

Bank Nagari Raih TOP BUMD 2022 dari Infobank

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:19 WIB
X