Gubernur Sumbar Larang Kegiatan Jual Beli Ternak Luar Daerah Demi Pencegahan PMK

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:40 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Rumah Dinasnya (Daffa Benny)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Rumah Dinasnya (Daffa Benny)

HARIAN HALUAN - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi-Ansharullah">Mahyeldi Ansharullah mengeluarkan Surat Edaran terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sedang merebak di beberapa provinsi. 

Melalui SE Nomor:559/ED/GSB 2022 Gubernur telah memberlakukan pelarangan kegiatan jual beli ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan domba dan produk hasil peternakan yang berasal dari wilayah yang terpapar maupun diduga sudah mengalami kasus PMK.

"Untuk antisipasi dan pengendalian ancaman PMK maka akan diberlakukan pembatasan lalulintas serta tindakan karantina ketat pada ternak maupun produk peternakan yang berasal dari luar daerah dan daerah Sumbar yang terdampak," kata Gubernur.

Baca Juga: Atasi Wabah PMK, Gubernur Mahyeldi Instruksikan Pembentukan Unit Respon Cepat

Sementara itu, jika ditemukan kasus klinis PMK di wilayah Sumbar, Gubernur meminta otoritas veterniter di daerah setempat untuk segera melaporkan pada pemerintah provinsi.

"Setiap kasus PMK yang ditemukan juga akan diteruskan kepada Menteri Pertanian untuk segera ditindak lanjut," kata Buya Mahyeldi.

Diketahui hingga 11 Mei 2022, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menerima dua laporan kasus suspek PMK yang berasal dari Palangki, Kabupaten Sijunjung. 

Baca Juga: Pasca Adanya Ditemukan PMK pada Sapi di Sijunjung, Dinas Peternakan Koordinasi Dengan Polda Sumbar

Menurut laporan dari otoritas terkait, ternak yang diduga menderita PMK telah mendapat tindakan medis berupa isolasi dan pengobatan simptomatik. 

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

Bank Nagari Raih TOP BUMD 2022 dari Infobank

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:19 WIB
X