Tingkat Kepuasan Terhadap Jokowi Turun Ada di Angka 58,1 Persen, Ternyata Gara-gara Ini

- Senin, 16 Mei 2022 | 16:22 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

HARIAN HALUAN - Sebuah lembaga survei indikator Politik Indonesia menyampaikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurun berada di angka 58,1 persen pada Mei 2022.

Survei ini dilakukan pada 5-10 Mei 2022 dengan metode kontak telepon melalui metode random digit dailing dengan sampel basis sebanyak 1.228 responden. Margin of error survei diperkirakan 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Kita lihat hari ini, (masyarakat) yang mengatakan sangat puas 8 persen, cukup puas 50,1 persen, dengan total 58,1 persen. Lalu yang kurang puas 29,1 persen, tidak puas sama sekali 6,1 persen, total 35,1 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konpers virtual, Minggu (15/4/2022).

Baca Juga: Jokowi Jumpa Elon Musk, Ketua MUI Menilai Kaya Lebih Penting dari Kekuasaan

Burhanuddin mengatakan bahwa kondisi inflasi di Indonesia meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sejalan dengan hal itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi juga turut merosot. Bahkan angka kepuasan yang terbaru menunjukan angka terendah sejak enam tahun terakhir.

Burhanuddin juga memaparkan hasil survei soal kondisi keterjangkauan minyak goreng oleh masyarakat setelah terungkap kasus mafia minyak goreng dan adanya BLT yang dibagikan pemerintah saat ini. Hasil menunjukan sebesar 72,8 responden menganggap saat ini harga minyak goreng kurang terjangkau dan tidak terjangkau sama sekali.

Sementara, hanya 24,6 responden memandang harga minyak goreng sangat terjangkau, dan 2,6 persen tidak menjawab. "Mayoritas merasa harga minyak goreng saat ini kurang atau tidak terjangkau sama sekali," ujarnya.

Di sisi lain, soal isu kenaikan harga BBM, sebanyak sebanyak 49,1 persen menilai pemerintah harus berupaya untuk tidak menaikkan harga BBM, dan, 20,3 persen tidak menjawab. Kemudian 30,6 persen masyarakat menilai pemerintah menaikkan harga BBM untuk mengurangi beban APBN.

Baca Juga: Survei CPCS: Elektabilitas Puan Maharani Paling Unggul di Bursa Cawapres

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Indonesia Raih Blue Park Awards

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:37 WIB
X