Serius Tangani Stunting, Kota Payakumbuh Miliki 276 Tim Pendamping Keluarga Bergerak

- Senin, 16 Mei 2022 | 18:13 WIB
Serius Tangani Stunting, Kota Payakumbuh Miliki 276 Tim Pendamping Keluarga Bergerak (Ade Suhendra)
Serius Tangani Stunting, Kota Payakumbuh Miliki 276 Tim Pendamping Keluarga Bergerak (Ade Suhendra)

HARIAN HALUAN - Pemerintah Kota Payakumbuh ikuti apel siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara daring dan berpusat di alun-alun Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat pada Kamis 12 Mei 2022 lalu.

Elfriza Zaharman yang merupakan Wakil Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh mengatakan Pemerintah Kota Payakumbuh tetap berkomitmen mempercepat penurunan stunting, walaupun kota ini bukan lokus stunting.

"Alhamdulillah di kota kita tak ada anak yang tumbuh kembangnya bermasalah, apabila ada yang beresiko stunting kita langsung intervensi melalui tim. Apalagi kita mendapat dukungan dari stakeholder terkait dan PKK mendukung penuh di lapangan," kata Elfriza Zaharman yang akrab disapa Cece itu.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran PMK, Pemko Payakumbuh Tutup Sementara Pasar Ternak

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB AH. Agustion mengatakan SK tim pendamping ini sudah keluar sejak awal tahun 2022, dimana tim tersebut bertugas di kelurahan untuk membantu pendataan keluarga beresiko stunting meliputi pendampingan, memberikan masukan, memonitor, dan membina supaya tidak ada bertambah kasus stunting maupun resiko stunting di masyarakat.

"Kita di OPD hanya terkait dengan pencegahan, sementara, apabila sudah ada yang mengalami stunting, maka itu sudah menjadi kewenangan dinas kesehatan dan kita banyak melakukan koordinasi," kata Agustion.

Mantan Kadis Pendidikan itu juga menambahkan resiko stunting bisa dialami oleh siapa saja, bahkan bayi sehat memiliki resiko bila gizinya tidak diperhatikan. 

Baca Juga: Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan APD Dinkes Payakumbuh Hadirkan Wali Kota

"Kami menghimbau masyarakat agar jangan lengah dan anggap sepele dengan asupan gizi anak, karena hari ini sehat besok belum tentu dan ada banyak resiko stunting yang bisa saja terjadi bila orang tua tidak memperhatikan tumbuh kembang anaknya," katanya.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Terkini

X