Berbahaya, Limbah Mikroplastik di Batang Arau! Perusahaan Penghasil Sampah Harus Tanggung Jawab

- Senin, 16 Mei 2022 | 20:27 WIB
Berbahaya, Limbah Mikroplastik di Batang Arau! Perusahaan Penghasil Sampah Harus Tanggung Jawab (WALHI)
Berbahaya, Limbah Mikroplastik di Batang Arau! Perusahaan Penghasil Sampah Harus Tanggung Jawab (WALHI)

HARIAN HALUAN - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Barat bersama Ecological Observation and Wetlands Conservation merilis hasil penelitian yang menunjukkan besarnya pencemaran di Sungai Batang Arau, Padang oleh limbah, sehingga sungai tersebut mengandung kadar mikroplastik yang tinggi.

Menurut peneliti Ecoton Amiruddin Muttaqin, penelitian dimulai dengan pengambilan sampel air sungai yang dilakukan pada Selasa, 10 Mei hingga Rabu, 11 Mei 2022, lalu dianalisis dengan 14 parameter kualitas air, bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan kandungan mikroplastik yang berada di Sungai Batang Arau.

"Hasil Analisis menunjukkan beberapa parameter kualitas air di Sungai Batang Arau telah melewati baku mutu, diantaranya adalah Phospat 0,45 ppm yang telah melampaui hingga 300% dari baku mutu, Klorin Bebas 0,1 ppm diantaranya adalah Phospat 0,45 ppm yang telah melampaui hingga 300% dari baku mutu, dan Besi 0,39 ppm," paparnya melalui keterangn tertulis yang diterima Harian Haluan pada Senin, 16 Mei 2022.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Walhi Sumbar Ajak Masyarakat Kelola Sampah Organik

Selain mengukur kualitas air, tim juga melakukan analisis untuk melihat kandungan mikroplastik di dalam air dengan menggunakan mikroskop.

Dari hasil analisis didapatkan bahwa pada aliran Sungai Batang Arau di Kelurahan Ganting mengandung 110 mikroplastik per 100 liter air dan di Muara Batang Arau Mengandung 410 mikroplastik per 100 liter air.

Ia menjelaskan, mikroplastik merupakan plastik tak kasat mata karena berasal dari penguraian plastik sehingga ukurannya tidak lebih dari 5 mm.

Baca Juga: Dalam 2 Tahun, WALHI Sumbar Catat Ada Tambang Emas Ilegal di 5 Kabupaten/Kota

Keberadaan mikroplastik di sungai menimbulkan bahaya bagi orang-orang yang memanfaatkan air sungai tersebut.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X