Didesak Petani Sawit, Alasan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng?

- Kamis, 19 Mei 2022 | 20:04 WIB
Wacana 3 Periode, Jokowi: Semua Harus Taat Konstitusi yang Atur Masa Jabatan Presiden/Twitter@jokowi
Wacana 3 Periode, Jokowi: Semua Harus Taat Konstitusi yang Atur Masa Jabatan Presiden/Twitter@jokowi

HARIAN HALUAN - Larangan ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya untuk bahan minyak goreng membawa beberapa dampak sejak 28 April 2022 lalu. Itu dirasakan oleh petani sawit, dimana pemasok TBS yang disebut PKS juga sudah banyak yang berhenti menampung karena sudah penuh.

Beberapa waktu lalu Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat terbuka itu berisi permintaan mencabut kebijakan larangan ekspor CPO dan turunannya pada Minggu, 15 Mei 2022.

Merespons suara dari petani, Presiden Joko Widodo akhirnya mencabut kebijakan larangan ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Alasannya, sejak larangan ekspor diterapkan, pasokan minyak goreng terus bertambah.

Baca Juga: Akhirnya! Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Usai dilakukan pelarangan ekspor di April, pasokan mencapai 211 ribu ton, melebihi nasional bulanan. Bahkan ada penurunan harga rata rata minyak goreng nasional, pada bulan April harga nasional berkisar 19.800 ton.

Selain itu, Jokowi mengatakan setelah adanya larangan ekspor rata rata harga minyak goreng nasional turun menjadi Rp17.500 sampai dengan Rp17.600.

"Oleh karena itu, berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit baik petani, pekerja, dan tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan ekspor minyak goreng dibuka kembali pada Senin 23 mei 2022," tutur Jokowi seperti dikutip Harian Haluan di akun YouTube Sekretariat Kabinet, Kamis (19/5/2022).

Sebelumnya, Jokowi sempat mengatakan larangan ekspor minyak goreng hanya bersifat sementara. Pasalnya, kebutuhan migor dalam negeri 'seret' kala itu, kini negara butuh devisa untuk surplus neraca perdagangan dari produk hasil sawit.

"Begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, tentu saya akan mencabut larangan ekspor. Karena saya tahu negara perlu pajak negara perlu devisa negara perlu surplus neraca perdagangan," ujar Jokowi dalam konferensi pers mengenai larangan ekspor minyak goreng, Rabu (27/4/2022) beberapa waktu lalu.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akademisi Puji Politik Kerja Andre Rosiade

Senin, 4 Juli 2022 | 17:54 WIB

Bank Nagari Jalin Kerja Sama dengan BKMT Sumbar

Senin, 4 Juli 2022 | 17:13 WIB

Pemerintah Indonesia Raih Blue Park Awards

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:37 WIB
X