Saham Terjun Bebas, Sultan Minta OJK Selidiki Dugaan Konflik Kepentingan Pemegang Saham Goto-Telkomsel

- Jumat, 20 Mei 2022 | 13:13 WIB
 Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin
Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin

HARIAN HALUAN- Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI melakukan penyelidikan terhadap dua emiten (Telkom dan Goto), terkait adanya indikasi transaksi material afiliasi dan benturan kepentingan para pemegang saham.

Hal disampaikan mantan ketua HIPMI Bengkulu itu setelah merespon rontoknya harga saham GoTo sebesar 26,62% sejak pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2022 secara tidak normal.

Baca Juga: Gagal Sepakati Kontrak Baru, Federico Bernadeschi Tinggalkan Juventus pada Musim Panas 2022

"Kami hanya ingin mengingatkan Pemerintah melalui kementerian terkait untuk belajar dari kesalahan PT Asuransi Jiwasraya dan Asabri atau bahkan Century. Bahwa setiap aksi korporasi BUMN pada emiten tertentu harus didasarkan pada pertimbangan bisnis dan dampak sosial yang luas dan bisa dipertanggungjawabkan secara akuntabel", ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Kamis (19/05).

Menurutnya, stigma unusual market activity (UMA) kepada saham Goto oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah warning bagi OJK untuk bertindak cepat dan profesional untuk menelaah dan menyelidiki listing saham Goto yang berpotensi merugikan keuangan PT Telkom Indonesia. Meskipun amblesnya saham Goto diduga akibat dari saham perusahaan teknologi global yang juga tertekan dan turun, tapi kekhawatiran publik yang trauma dengan kejahatan keuangan bermotif investasi pada korporasi beresiko tinggi masih sangat besar.

Baca Juga: Indo Survei: Anies Baswedan Berpotensi Menang Pilpres 2024 jika Tandem dengan 2 Sosok Ini

"Kami ingin mengatakan bahwa potensi income bisnis selalu related dengan resiko. Dan Kami melihat ada indikasi Related party transaction dalam konteks aksi korporasi Telkomsel terhadap Goto yang notabene merupakan hasil merger dua raksasa platform digital Indonesia", tegasnya.

Bahaya konflik kepentingan, kata Sultan, sangat beresiko bagi setiap entitas bisnis BUMN. Sehingga, kami mendorong agar OJK sesuai UU Pasar Modal untuk memulai pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan soal back door listing saham Goto oleh Telkomsel yang berdampak material ke pemegang saham telkom.

"BUMN harus memiliki radar atau kalkulasi bisnis yang presisi dan akurat untuk mendeteksi peluang dan tantangan bisnis ke depan agar segala potensi kerugian atau fraud dapat dicegah. Terutama dalam memastikan bahwa sebuah entitas bisnis yang hendak dikembangkan oleh BUMN dengan nilai investasi yang fantastis harus terbebas dari resiko conflict of interest yang seringkali merugikan keuangan negara", urainya.

Baca Juga: Agar Lulus Seleksi, Begini Trik Mengerjakan TKD BUMN 2022

Halaman:

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

Aktivitas Fisik Suku Mentawai Pedalaman

Senin, 27 Juni 2022 | 15:25 WIB
X