Demo Buruh Kembali Berlanjut, Ini Tuntutannya ke Pemerintah

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 12:01 WIB
Skema penghitungan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 ditolak mentah-mentah oleh serikat pekerja, lantaran itu buruh akan mogok nasional pada awal Desember 2021, mendatang.  (istimewa)
Skema penghitungan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 ditolak mentah-mentah oleh serikat pekerja, lantaran itu buruh akan mogok nasional pada awal Desember 2021, mendatang. (istimewa)

HARIAN HALUAN - Aksi demo buruh kembali berlanjut, kali ini Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi di sejumlah lokasi di Jakarta, Sabtu (21/5/2022).

Aksi ini berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, dimulai dari Gedung International Labour Organization (ILO), Jalan MH Thamrin, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian, lanjut ke depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kami menyerukan kepada seluruh elemen rakyat, mari kita terus bersama-sama berjuang, bersolidaritas, dan membangun persatuan gerakan rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap kekuasaan yang semakin zalim,” ujar Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos dalam keterangannya, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Tudingan Miring Singapura Berbuntut Aksi Demo, Riau Bela UAS

Menurut Nining, aksi demo yang akan dilakukan, dilatarbelakangi oleh kenaikan harga bahan pokok yang tinggi dan komoditas lainnya. Hal ini menjadi beban besar bagi kaum buruh.

Betapa tidak, gaji buruh mepet untuk hidup sehari-hari. Selain itu, pihaknya menilai pemerintah tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat, khususnya kepada kalangan pekerja atau buruh yang rentan dieksploitasi.

Nining menilai, berbagai persoalan tersebut sejauh ini tidak mendahulukan kepentingan rakyat. Namun malah mengedepankan para pemodal atau pengusaha selama pandemi Covid-19 melanda.

“Pada masa pandemi selama dua tahun kemarin kita menggarisbawahi dalam situasi yang sulit, kebijakan pemerintah ternyata berorientasi bukan pada perlindungan kepada pekerja-pekerja rentan. Kebijakan yang di terbitkan oleh pemerintah berorientasikan pada investasi,” ujar Nining.

Aksi demo ini diikuti oleh aliansi gerakan multisektoral dari berbagai macam organisasi, yaitu KASBI, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), dan Konfederasi Serikat Nasional (KSN).

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelar Rakerda, HIPMI Sumbar Bakal Bahas Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:23 WIB
X