Perihal Konflik Manusia dengan Satwa, Polhut: Masyarakat Waspada dan Hidup Berdampingan

- Minggu, 22 Mei 2022 | 21:48 WIB
Zulmi Gusrul
Zulmi Gusrul

HARIAN HALUAN - Faktor cuaca yang cenderung panas dan kering menjadi salah satu penyebab satwa liar keluar dari habitatnya untuk mencari sumber air dan makanan yang lebih banyak.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Satgas Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Zulmi Gusrul pada Minggu, 22 Mei 2022, menanggapi beberapa temuan konflik manusia dengan satwa dalam beberapa waktu belakangan.

"Faktor suhu memengaruhi. Ketika cuaca panas dan rawa-rawa kekeringan, mereka (satwa, red.) keluar," paparnya.

Baca Juga: BKSDA Sumbar Tangani 25 Konflik Manusia dengan Satwa Sepanjang 2022

Selain itu, Zulmi menjelaskan, ketika sumber air yang ada di hutan mengering, satwa bisa turun ke wilayah di sekitar perkebunan atau permukiman untuk mencari sumber air yang lebih banyak.

Lebih lanjut, Zulmi menyebut dalam beberapa bulan ke belakang lebih banyak ditemukan konflik buaya dengan, misalnya di Kuranji, Padang belum lama ini.

Lalu, ada juga konflik manusia dengan harimau, seperti yang terjadi di Solok, Solok Selatan, dan Pasaman.

Baca Juga: Cegah Konflik Manusia-Buaya, BKSDA Sumbar: Kenali Ciri-Ciri Habitat Buaya Ini

"Kebetulan di beberapa lokasi konflik manusia dengan satwa, ada hewan ternak, dan satwa memangsa ternak tersebut," imbuh Zulmi

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Padang Panjang Boyong Tiga Penghargaan dari KPK

Kamis, 23 Juni 2022 | 09:10 WIB
X