Adanya Konflik Manusia dengan Satwa, Ini Penjelasan Polhut

- Senin, 23 Mei 2022 | 11:27 WIB
Polisi Kehutanan Jelaskan Faktor Konflik Manusia dengan Satwa: Masyarakat Harus Waspada dan Hidup Berdampingan  (Ilustrasi)
Polisi Kehutanan Jelaskan Faktor Konflik Manusia dengan Satwa: Masyarakat Harus Waspada dan Hidup Berdampingan (Ilustrasi)

HARIAN HALUAN - Faktor cuaca yang cenderung panas dan kering menjadi salah satu penyebab satwa liar keluar dari habitatnya untuk mencari sumber air dan makanan yang lebih banyak.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Satgas Polisi Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Zulmi Gusrul pada Minggu, 22 Mei 2022 kemarin menanggapi beberapa temuan konflik manusia dengan satwa dalam beberapa waktu belakangan.

"Faktor suhu memengaruhi. Ketika cuaca panas dan rawa-rawa kekeringan, mereka para satwa keluar," katanya.

Baca Juga: BKSDA Sumbar Tangani 25 Konflik Manusia dengan Satwa Sepanjang 2022

Zulmi menjelaskan ketika sumber air yang ada di hutan mengering, satwa bisa turun ke wilayah di sekitar perkebunan atau permukiman untuk mencari sumber air yang lebih banyak.

Lebih lanjut, Zulmi menyebut dalam beberapa bulan ke belakang lebih banyak ditemukan konflik buaya dengan, misalnya di Kuranji, Padang belum lama ini.

Lalu, ada juga konflik manusia dengan harimau, seperti yang terjadi di Solok, Solok Selatan, dan Pasaman

Baca Juga: Buaya Mulai Sering Keluar Habitat Utamanya, Ini Alasannya Kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono

"Kebetulan di beberapa lokasi konflik manusia dengan satwa, ada hewan ternak, dan satwa memangsa ternak tersebut," ujar Zulmi

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

X