Pengamat: Adanya Kutub Megawati dan Kutub Jokowi Bisa Berimbas ke Perolehan Suara PDIP

- Senin, 23 Mei 2022 | 13:30 WIB
Presiden Ri, Jokowi bersama Megawati
Presiden Ri, Jokowi bersama Megawati

HARIAN HALUAN - Kesuksesan PDIP dinilai tak lepas dari posisi Joko Widodo (Jokowi) yang makin menguat di internal partai. Hal itu berdasarkan pada peristiwa dan pernyataan yang dilontarkan Jokowi dalam Rakernas V Projo di Magelang, akhir pekan lalu.

Melihat poros ini, dosen Ilmu Politik Universitas Ibnu Chaldun, Dian Pertama menilai pemilihan Magelang sebagai lokasi rakernas itu memiliki massa tersendiri. Terlebih Jateng termasuk wilayah basis kekuatan PDIP selama ini.

“Dipilihnya kota tersebut menyiratkan bahwa ada sesuatu masalah yang kudu dibereskan di internal PDIP. Karena sebagai diketahui situasi kebatinan di PDIP belakangan ini panas,” ujar Dian.

Baca Juga: Jokowi Beri Kode Capres yang Didukung Projo, Ganjar: Gitu Aja GR

Peneliti senior Institut Riset Indonesia (Insis) itu juga menyinggung kubu Puan Maharani yang kerap kali menyindir Ganjar Pranowo. Sindiran itu dilontarkan karena menganggap Ganjar Pranowo ngeyel dan berambisi maju sebagai capres 2024.

Namun beberapa kali pula kubu Puan Maharani membantah bahwa sindiran itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah.

“Karena itulah, Jokowi mengeluarkan pernyataan politik yang bertujuan untuk mendinginkan situasi tersebut. 'Ojo kesusu', jangan buru-buru kata Jokowi,” jelas Dian.

Menurut Dian, tidak bisa dipungkiri bahwa kalau saat ini Jokowi menjadi salah satu tokoh sentral di PDIP. Hal ini linear dengan data Insis, bahwa Jokowi layak dipertimbangkan menjadi nahkoda PDIP masa yang akan datang.

“Akibatnya, tidak mengherankan apabila muncul istilah kutub Jokowi, kutub Megawati,” terang Dian.

Merujuk pada Pemilu 2014 dan 2019, perolehan suara PDIP terbilang stabil. Hanya ada kenaikan satu persen perolehan suara dari Pemilu 2014 ke 2019.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Sumber: Rmol

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X