Komisi IV Apresiasi Langkah Cepat Kementan Tangani Wabah PMK

- Senin, 23 Mei 2022 | 20:33 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sigap langsung meninjau peternakan sapi di Provinsi Banten.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sigap langsung meninjau peternakan sapi di Provinsi Banten.

HARIAN HALUAN - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Hermanto mengapresiasi langkah cepat jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mengancam kesehatan hewan di seluruh Indonesia.

Meski demikian, Hermanto meminta agar pemerintah mempercepat proses vaksinasi secara masal sehingga para peternak dan masyarakat merasa aman dalam mengkonsumsi daging, terutama menjelang hari raya idul adha mendatang.

"Saya mengapresiasi pak Menteri bersama jajaran dalam waktu cepat bisa melakukan langkah-langkah konkrit dari Aceh, Jawa Timur sampai Indonesia bagian timur. Tapi saya juga minta agar proses vaksin dipercepat. Kasihan para peternak dalam menghadapi idul adha," katanya.

Baca Juga: Mentan SYL di Lampung, Koordinasi Pengendalian dan Pencegahan PMK

Anggota lainya dari Fraksi Partai Golkar, Hanan A. Rozak mendukung upaya Kementan dalam mempercepat pembuatan vaksin dalam negeri. Apalagi, kata Hanan, Kementan sudah menemukan serotipe yang sama dengan virus yang ada pada PMK.

"Kami sangat bersyukur Kementan sudah menemukan serotipe, sehingga vaksin ini bisa diproduksi di dalam negeri. Tapi menurut saya sebelum vaksin ini bisa diproduksi jangka pendeknya adalah hewan yang sudah terkena virus harus dilakukan pemotongan atau dimusnahkan," katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengaku optimis proses penyembuhan hewan ternak yang terkonfirmasi positif dapat dilakukan dengan baik melalui kolaborasi perawatan dan pengawasan yang intens antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Mentan SYL Minta Karantina Pertanian Siaga Satu Awasi PMK

"Insyaallah bapak, semua hewan ternak yang ada di Aceh maupun wilayah merah lainnya akan terus kita intervensi melalui obat dan vitamin. Alhamdulillah dari data yang kita miliki hewan yang dalam arti meler, tidak bisa bergerak normal dll itu semakin sedikit. Artinya proses penyembuhan terus kita lakukan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Indonesia Raih Blue Park Awards

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:37 WIB
X