Gubernur Sumbar Beri Dukungan Penuh Pemanfaatan Geotekstil untuk Mengurangi Abrasi dan Limbah Pantai

- Selasa, 24 Mei 2022 | 12:32 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi yang digagas Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, dengan kepala dinas pertanian se kabupaten dan kota, di ruang rapat gubernuran, Kamis (3/2/2022).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi yang digagas Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, dengan kepala dinas pertanian se kabupaten dan kota, di ruang rapat gubernuran, Kamis (3/2/2022).

HARIAN HALUAN - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi-Ansharullah">Mahyeldi Ansharullah mendukung upaya pengembangan dan pemanfaatan Geotekstil di Sumatera Barat (Sumbar) pada sejumlah kawasan pantai dan danau di Sumbar yang terancam mengalami abrasi seperti di Kawasan Pantai Muaro, Kawasan Pantai Sungai Limau,Kawasan Danau Maninjau, Danau Singkarak, Kawasan Wisata Pantai Jati di Mentawai. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur saat memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh Bupati dan Walikota serta Kepala OPD se Kabupaten dan Kota, di Auditorium Gubernuran, Senin 23 Mei 2022.

Menurut Gubernur Sumbar, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah abrasi, diantaranya penanaman mangrove dan pembangunan alat pemecah ombak di sekitar pantai. Ditambah lagi, mangrove berfungsi sebagai paru-paru dunia, tinggalnya habitat flora dan fauna, hingga sebagai pengendali bencana.

Baca Juga: Gubernur Sumbar Serahkan SK CPNS dan PPPK, Mahyeldi: Berpedomanlah pada Perilaku BerAKHLAK

“Kami (Pemprov) dan BNPB pusat beberapa waktu yang lalu telah merancang untuk menambah daratan dan menanami tanaman mangrove di kawasan pantai Padang hingga Pariaman. Termasuk daerah Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Kepulauan Mentawai dan seluruh daerah yang dekat dengan kawasan perairan,” ujarnya.

Mendukung hal tersebut, perwakilan konsultan dari PT. Sobo Rejo, Beni, mengatakan untuk mengatasi permasalahan abrasi, penggunaan karung geotekstil sebagai konstruksi pemecah ombak sangat baik dan cocok digunakan karena lebih efektif dari segi biaya dan waktu pengerjaan daripada konstruksi konvensional. Kelebihan dari Geotekstil sendiri lebih tahan terhadap scourcing (gerusan ombak) terhadap konstruksi di laut, dikarenakan sifat geotekstil yang fleksibel dan faktor berat dari karung geotekstil tersebut. 

“Teknologi karung geotekstil dipasang dibawah laut, mempunyai beragam manfaat. Antara lain tidak mengganggu pemandangan wisatawan, disamping itu teknologi ini dapat mengurangi abrasi dan menciptakan reklamasi alami. Di mana garis pantai semakin bertambah dan meluas ke arah laut,” tuturnya.

Baca Juga: Atasi Wabah PMK, Gubernur Mahyeldi Instruksikan Pembentukan Unit Respon Cepat

Selain permasalahan abrasi, Gubernur juga menyampaikan permasalahan pembuangan limbah yang ada di Kawasan Muaro dan Kawasan Danau Maninjau. 

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

Gelar Rakerda, HIPMI Sumbar Bakal Bahas Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:23 WIB
X