Panen Lagi di Klaster Tambak Udang KKP di Cidaun, Hasilkan 32,5 Ton Udang Vaname

- Jumat, 27 Mei 2022 | 15:39 WIB
Udang Vaname
Udang Vaname

HARIAN HALUAN - Memasuki siklus ketiga, klaster tambak udang vaname di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali berhasil dipanen lagi dengan hasil yang memuaskan sebanyak 32,5 Ton.

Semenjak tambak udang vaname di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur diresmikan, terhitung sudah berhasil memanen udang vaname sebanyak tiga kali, dengan hasil rata-rata 30 ton lebih dalam sekali panen.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu produktivitas tambak udang vaname di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur memang cukup baik. Terbukti dalam tiga siklus panen udang vaname yang berhasil dibudidayakan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

Baca Juga: KKP Bersama Program INAP TNI AL, Capai Target Produksi Udang Nasional

Menurut Tebe, sapaan akrab Tb Haeru Rahayu, klaster tambak udang vaname di Kecamatan Cidaun, terdiri dari kolam produksi, tandon dan kolam IPAL. Tambak ini mulai beroperasi akhir tahun 2020. Sejak produksi pertama total panen di tambak udang vaname di Cidaun memang cukup baik dengan menghasilkan total panen kurang lebih 32 ton.

Menurut Tebe, yang menjadi tolok ukur produktivitas budidaya udang vaname bukan hanya kuantitas udang yang dihasilkan, tapi juga keberlanjutan produksi udang melalui tambak yang sudah dibangun. Serta peningkatan pemahaman masyarakat pengelola dalam budidaya udang yang baik dan ramah lingkungan.

Seperti diketahui, klaster tambak udang di Cidaun, dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang sebelumnya menekuni kegiatan bercocok tanam. Lahan tambak dulunya merupakan area pertanian palawija yang sudah tidak berproduksi.

Hal lain yang menjadi perhatian Tebe adalah aktivitas klaster tambak udang tidak boleh mencemari lingkungan. Tebe menyampaikan masyarakat pengelola tambak terus meningkatkan pengelolaan IPAL yang sudah dibangun sehingga aliran limbah tidak membahayakan ekosistem saat dialirkan kembali ke laut.

Menurut Tebe, kelestarian ekosistem menjadi kunci usaha budidaya yang dilakoni dapat berjalan berkesinambungan. "Pemanfaatan lahan ini sangat bagus sekali, khususnya untuk masyarakat Kecamatan Cidaun yang ingin memulai dan mengembangkan budidaya udang vaname. Sehingga mampu menjadi alternatif bagi masyarakat mendapat pekerjaan. Secara tidak langsung ekonomi masyarakat sekitar bisa terbantu,” tukas Tebe.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akademisi Puji Politik Kerja Andre Rosiade

Senin, 4 Juli 2022 | 17:54 WIB

Bank Nagari Jalin Kerja Sama dengan BKMT Sumbar

Senin, 4 Juli 2022 | 17:13 WIB

Pemerintah Indonesia Raih Blue Park Awards

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:37 WIB
X