Presidensi G-20, Kampung Nelayan di Belitung Bakal Pamerkan Ecoprint

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:15 WIB
Dok. KKP (Adhi Widharta)
Dok. KKP (Adhi Widharta)

Harian Haluan - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada Maret 2021 mencanangkan kampung nelayan maju (Kalaju), Desa Suak Gual, di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai objek wisata baru. Produk ecoprint menjadi salah satu nilai jual desa ini yang akan dibawa ke ajang internasional Presidensi G-20.

Menurut Plt. Direktur Perizinan dan Kenelayanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Mochamad Idnillah, selain sektor kelautan dan perikanan, Desa Suak Gual memiliki keanekaragaman sumber daya alam tumbuhan yang beragam. Potensi tersebut didorong melalui produk ecoprint dari bebagai tumbuhan lokal.

“Potensi itu kita manfaatkan dengan memberdayakan wanita nelayan setempat. Mereka mudah dan tidak gagap menerima inovasi sehingga kami coba latih dan berikan bantuan berupa kain serta perlengkapan pendukung untuk mengembangkan ecoprint tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: KKP Perjuangkan Perikanan Berkelanjutan di Asia Tenggara

Idnillah mengatakan Suak Gual sebagai salah satu kampung nelayan maju karena didukung struktur geografi dan semangat para penduduknya untuk mengikuti setiap pelatihan yang diadakan KKP. Banyaknya daun dan bunga yang hanya ada di Desa Suak Gual sebagai bahan dasar alami juga membuat ecoprint di desa ini menjadi lebih unik dan artistik.

Seorang wanita nelayan, Ruminah mengatakan pelatihan ecoprint ini sangat membantu para istri nelayan. Tak hanya kreativitas, namun juga dalam perekonomian keluarga sebagai mata pencaharian alternatif (MPA).

“Sejak pelatihan kami banyak mencoba berbagai macam daun, setiap kali jalan sedikit kami jadi sering memperhatikan beberapa daun, dan berpikir sepertinya daun itu bisa dijadikan bahan ecoprint atau cetakannya. Jadi sudah banyak juga kami bereksperimen hingga sekarang,” terang Ruminah.

Ruminah juga mengatakan ibu-ibu di Desa Suak Gual sangat antusias dengan program bantuan yang diberikan oleh KKP. Uniknya, tidak hanya dikerjakan para wanita nelayan, namun juga para nelayan.

“Biasanya kalau saat musim tidak melaut suami kami juga sering ikut membantu membuat kerajinan ecoprint ini. Mereka membantu menggulung dan mengikat kain yang sudah kami tempeli dedaunan agar lebih kencang sehingga corak daunnya akan lebih muncul pada kain tersebut,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Sumber: KKP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berprestasi, Wako Hendri Septa Umrahkan 44 ASN Padang

Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:15 WIB

Pemkab Pessel Terima CSR Bank Nagari untuk Pendidikan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:01 WIB
X