Puan Maharani Dipuji Masyarakat Karena Tak Ikutan Bermain Konten Receh Di Medsos, Ini Kata Pengamat

- Selasa, 31 Mei 2022 | 11:44 WIB
Pengamat Politik Ari Junaedi memuji sikap Ketua DPR RI Puan Maharani tidak memproduksi snackable content di medsos. (Instagram @puanmaharani)
Pengamat Politik Ari Junaedi memuji sikap Ketua DPR RI Puan Maharani tidak memproduksi snackable content di medsos. (Instagram @puanmaharani)

HARIAN HALUAN - Ketua DPR RI Puan-Maharani">Puan Maharani dipuji karena dinilai tidak ikut-ikutan menggunakan konten receh di akun media sosialnya, sebagaimana dilakukan para pejabat publik lain.

Konsistensi Puan dalam menampilkan kerja-kerja politik sebagai pimpinan wakil rakyat di media sosial, dinilai sebagai pembeda dari kebanyakan pejabat publik pada hari-hari ini.

Menurut pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi, konten receh (snackable content) di media sosial memang efektif untuk meningkatkan popularitas sebuah merek (brand), entah itu merek komersil atau tokoh sebagai merek politik, yang ingin dipasarkan dalam kontestasi Pilpres. Atas alasan itulah, hemat Ari, banyak pejabat publik yang akhirnya mengambil jalan pintas tersebut.

Baca Juga: Puan Maharani Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana di Indonesia, WALHI: Apresiasi Tapi Harus Ada UU

“Apa yang dilakukan Puan dengan tidak tergoda ikut-ikutan cara instan dengan main konteh receh di socmed layak diapresiasi. Karena akun sosmed pejabat publik kan seharusnya memang menjadi bagian dari komunikasi publik itu sendiri. Kalau isinya konten receh melulu, pertanyaannya adalah: fungsi pejabat publik itu membuat rakyat tertawa dengan konten receh atau melayani rakyat dengan kerja nyata?” kata Ari di Jakarta, Senin 30 Mei 2022 kemarin.

Ari menilai konten receh sebenarnya tidak masalah jika hanya menjadi kemasan (packaging) dari substansi kerja-kerja pejabat publik sebagai pertanggungjawaban mandat yang diberikan rakyat.

“Gimmick dalam komunikasi perlu untuk mengemas substansi. Tapi yang kita lihat sekarang kan banyak yang gimmick dan receh, tapi tidak ada hubungan dengan substansi kerja mereka sebagai pejabat publik. Memang kalau pejabat jalan di trotoar berlagak seperti Ariel Noah itu substansi kerjanya dimana?” kata Ari.

Baca Juga: Buka Festival Kopi Nusantara, Puan Maharani Berharap Indonesia Merajai Kopi Dunia

“Makanya ketika Puan tidak ikut-ikutan main konten receh itu bagus sebagai pembeda,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

Pelaku Pembunuhan Guru TK Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:34 WIB
X