Gubernur Sumbar Sampaikan Nota Pengantar Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2021

- Rabu, 8 Juni 2022 | 14:29 WIB
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyampaikan nota pengantar rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD (PPA) Tahun 2021.  (Viola Rahma Hafifah)
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyampaikan nota pengantar rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD (PPA) Tahun 2021. (Viola Rahma Hafifah)

HARIAN HALUAN - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyampaikan Nota Pengantar Raperda tentang pertanggungjawaban APBD tahun 2021 dalam rapat paripurna DPRD yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sumbar Supardi, Selasa 7 Mei 2022.

Penyampaian nota ini merupakan amanat Pasal 320 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, bahwa dalam rangka pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan APBD, Kepala Daerah menyampaikan kepada DPRD Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dilampiri laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK, paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir, untuk selanjutnya dibahas dan disepakati menjadi peraturan daerah.

Baca Juga: Kota Padang Panjang dan Kota Padang Ditetapkan Gubernur Sebagai Tuan Rumah Porprov ke-XVI pada 2023 Mendatang

Dalam nota pengantarnya, gubernur menyampaikan bahwa Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2021, disajikan dalam tujuh jenis buku yang terdiri dari nota pengantar, ranperda, laporan keuangan Pemprov Sumbar tahun 2021, dan Rancangan Pergub tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2021.

Kemudian, laporan kinerja dan ikhtisar laporan keuangan BUMD tahun 2021, laporan dana dekonsentrasi dan tugas perbantuan Provinsi Sumbar tahun 2021, serta laporan kinerja Pemprov Sumbar tahun 2021.

Selain itu, Gubernur juga memaparkan angka perhitungan APBD secara keseluruhan, yaitu pendapatan sebesar Rp6,70 trilyun lebih, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp2,55 trilyun, pendapatan transfer pusat Rp4,08 trilyun, transfer daerah Rp5,199 milyar dan lain-lain pendapatan yang sah Rp93,39 milyar.

Selanjutnya untuk belanja terealisasi sebesar Rp6,46 trilyun lebih, terdiri dari belanja operasi yang mencakup belanja pegawai, barang dan jasa, belanja subsudi dan belanja hibah sebesar Rp4,95 trilyun. Lalu belanja modal Rp666,35 milyar, belanka tidak terduga Rp71,35 milyar, serta belanja transfer Rp1 trilyun.

Baca Juga: Kukuh dalam Merajut Silaturrahim demi Pembangunan Nasional dan Lokal Sumbar, IKA UNAND Diapresiasi Gubernur

Terakhir untuk pembiayaan sebesar Rp245,80 milyar. Sehingga secara keseluruhan, realisasi APBD tahun 2021 terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) sebesar Rp483,680 milyar lebih. Sisa ini berasal dari kelebihan realisasi pendapatan daerah Rp53,74 milyar, penghematan belanja dan lainnya sebesar Rp429,20 milyar, serta sisa lebih pembiayaan netto Rp733,70 juta.

Halaman:

Editor: Muhammad Daffa De Benny Putra

Tags

Terkini

X