Geger Nasi Padang Babi, Pemilik Ungkap Alasan Beri Nama Usaha 'Babiambo'

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 12:27 WIB
Sergio, pemilik usaha kuliner masakan Padang Babi.
Sergio, pemilik usaha kuliner masakan Padang Babi.

HARIAN HALUAN - Baru-baru ini media sosial digemparkan dengan usaha kuliner yang menjual masakan khas Minangkabau berbahan dasar babi. Kabar tersebut viral usai usaha usaha kuliner itu memberikan label non halal pada menu makanan Padang yang ia jual.

Sergio, pemilik usaha itu mengungkapkan awal mula dirinya mencetuskan ide itu karena dasar kecintaannya terhadap masakan Padang.

"Mungkin kenapa ide ini seputar Padang, karena saya pribadi suka banget sama masakan Padang, seminggu minimal sekali saking cintanya," kata Sergio di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 10 Juni 2022.

Baca Juga: Viral Nasi Padang Babi, MUI: Rendahkan Adat Minang

Sergio mengakui, jika dirinya sengaja menuliskan nama babi agar para pelanggan mengetahui secara gamblang menu yang disajikan. Hal ini dilakukan agar tidak ada yang merasa tertipu.

"Cuma kenapa kita tulis ada babinya di menunya, karena kita nggak mau nanti ada orang yang makan nggak tahu itu ada mengandung babinya. Jadi kita mau nggak mau secara menu harus secara eksklusif ditulis ada babinya," ujar Sergio.

Sedangkan adanya kata 'Padang', Sergio mengatakan itu hanya ide sepintas karena didasari oleh kecintaannya pada masakan Minang itu. Dia menyebut murni hanya untuk berjualan.

"Dan kenapa Padang, kita kepikiran aja idenya, gimana caranya menyampaikan ke publik bahwa ini tuh sesuatu yang mereka biasa makan di suasana Padang, masakan-masakan seperti gulai, bakar, atau rendang yang bisa didesain secara dari istilah semua orang paham ketika dengar Padang diasosiasikan dengan rendang, gulai, dan lain-lain. Hanya untuk publikasi sebenarnya," lanjutnya.

Baca Juga: Andre Rosiade: Masakan Minang Identik dengan ABS-SBK, Tak Ada Babi

Usaha kuliner yang menuai kecaman banyak pihak ini, dijual oleh Sergio secara online dan hanya berlansung selama 3 bulan saja, tepatnya pada awal 2020.

"Waktu itu akhirnya melakukan secara online (berjualan) tapi hanya berjalan sekitar 3 bulan kurang lebih seingat saya, akhirnya tutup," katanya.

Sebelumnya, usaha kuliner yang menjual menu nasi Padang babi bikin heboh. Menurut Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade, usaha kuliner tersebut bernama Babiambo.

"Sebagai Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang, saya sudah mendengar soal restoran di Jakarta yang bikin keresahan masyarakat Minang. Hal ini disebabkan restoran bernama Babiambo itu mengolah daging babi menjadi masakan berupa rendang," kata Andre Rosiade dalam keterangannya, Jumat, 10 Juni 2022.

Baca Juga: Tanggapi Restoran Padang Babiambo Menu Babi, Ustadz Hilmi Firdausi: Melampaui Batas!! 

selain itu, anggota DPR dari Dapil Sumbar II, Guspardi Gaus mengaku geram dengan adanya usaha nasi Padang berbahan dasar babi itu.

"Apa maksud dan motif pemilik restoran menyediakan makanan nonhalal dengan menggunakan nama menu khas Minangkabau?" ujar politikus PAN ini. (*)



Halaman:

Editor: Rahma Livia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TNI AD Tingkatkan Ketahanan Pangan Bersama Kepala BPIP

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:22 WIB

Delapan Tips Beli Kandang Peliharaan Agar Tetap Sehat

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:42 WIB
X