Diduga dalam Tekanan, Terdakwa Dwidjono Terpaksa Seret Nama Mardani Maming dalam Kasus Gratifikasi

- Selasa, 14 Juni 2022 | 13:35 WIB
Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Kamis, 2 Juni 2022.
Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Kamis, 2 Juni 2022.

HARIAN HALUAN - Kuasa hukum Mardani H Maming, Irfan Idham mengatakan adanya dugaan bahwa terdakwa kasus gratifikasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Kabupaten Tanah Bumbu, Raden Dwidjono Sutopo berada dalam tekanan, sehingga menyeret nama kliennya, Maming.

Hal itu disampaikan Irfan, usai adanya keterangan yang berubah-ubah dari Dwidjono selama sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin, Senin, 13 Juni 2022.

Oleh karena itu, Irfan menduga bahwa Dwidjono tengah berada dalam tekanan dan perintah dari pihak tertentu yang mengakibatkan nama Mardani Maming ikut terseret dalam perkara aliran dana sebesar Rp 89 miliar.

Selama berlansungnya persidangan, terdakwa Dwijono mengatakan, tidak pernah menerima gratifikasi sebesar Rp 27,6 miliar.

Baca Juga: Netizen Berikan Dukungan Kepada Mardani H. Maming Lewat Tagar #LawanMafiaHukum

Ia mengaku bahwa uang tersebut merupakan utang piutan antara dirinya dengan direktur PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) almarhum Hendry Soetio.

Sementara dalam persidangan sebelumnya, Dwidjono mengatakan bahwa uang yang diduga gratifikasi itu sepersen pun tidak mengalir ke Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming.

Irfan menuturkan, soal dana itu murni hubungan bisnis.

"Bahkan PT PCN masih terhutang dengan perusahaan keluarga Mardani H Maming sebesar Rp 106 miliar," tutur Irfan dalam keterangan, Senin (13/6/2022).

Halaman:

Editor: Rahma Livia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Asal Cina Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:48 WIB
X