Dilaporkan ke Komnas HAM, Disnakerin Payakumbuh Diduga Menelantarkan Hak Tenaga Kerjanya Sendiri

- Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
Jenita, saat melapor ke Komnas HAM Perwakilan Sumbar di Padang beberapa waktu lalu
Jenita, saat melapor ke Komnas HAM Perwakilan Sumbar di Padang beberapa waktu lalu

HARIAN HALUAN - Seorang warga Payakumbuh melaporkan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Payakumbuh terhadap 2 orang tenaga harian lepas (THL) ke Komisi Nasinal HAM (Komnas HAM) Perwakilan Sumatera Barat, Senin 13 Juni 2022 lalu.

Pelapor tersebut atas nama Jenita yang mengaku anaknya beserta menantunya telah diberhentikan secara sepihak secara lisan oleh pihak Disnakerin Payakumbuh melalui perintah Walikota Payakumbuh Riza Falepi tanpa adanya peringatan terlebih dahulu.

"Alasan pemberhentian Abel (anak pelapor, red.) karena saya dituduh telah melakukan fitnah terhadap Pak Walikota. Padahal anak dan menantu saya selama ini tidak menerima surat peringatan (SP) tapi malah mereka yang diminta membuat surat pengunduran diri," kata Jenita ketika dihubungi HarianHaluan.com.

Baca Juga: Tingkatkan Minat Siswa Menulis, SMAN 3 Payakumbuh Gelar Pelatihan Menulis Kreatif dan Menulis Berita

Jenita menjelaskan, kontrak kerja Abel dan Rio (suami Abel) sebagai tenaga jasa perorangan (TJP) terhitung sejak 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022, tapi pada 26 April 2022, Rio dipanggil untuk menghadap ke ruangan Kepala Dinas (Kadis) sekitar pukul 14.00 WIB. 

"Pada kesempatan itu, Kepala Disnakerin Payakumbuh Yunida Fatwa menyatakan secara lisan bahwa Rio dan Abel diberhentikan atas perintah Walikota dan Rio tidak langsung memberitahukan kabar tersebut kepada Abel, mengingat kondisi istrinya tersebut yang tengah mengandung 9 bulan sehingga berdampak pada kesehatan ibu dan janin," katanya.

Selama periode itu, Abel tidak masuk ke kantor karena menganggap tengah menjalani cuti hamil dan melahirkan serta pada 5 Mei 2022, Rio kembali menerima telepon dari Kadis yang menanyakan apakah Rio sudah jadi memberitahukan kabar pemberhentian tersebut kepada istrinya.

Baca Juga: Galanggang Silek Tradisi Digelar di Payakumbuh, Supardi: Silek adalah Pembentuk Karakter Masyarakat Minang

"Pada 18 Mei 2022, saya bersama Abel dan Rio mendatangi kantor Disnakerin untuk menanyakan persoalan itu sekaligus menyampaikan keberatan untuk menuliskan surat pengunduran diri," ujarnya.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

Pelaku Pembunuhan Guru TK Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:34 WIB
X