Kawal Kepentingan Nelayan Indonesia, KKP Hadiri Sidang World Trade Organization di Swiss

- Minggu, 19 Juni 2022 | 14:25 WIB
Kawal Kepentingan Nelayan Indonesia, KKP Bersuara pada Sidang World Trade Organization di Swiss
Kawal Kepentingan Nelayan Indonesia, KKP Bersuara pada Sidang World Trade Organization di Swiss

HARIAN HALUAN – Kementerian Kelautan dan Perikanan perjuangkan keadilan bagi nelayan dan keberlanjutan stok sumber ikan global pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-12 World Trade Organization (WTO) yang dilaksanakan pada 12-16 Juni 2022 di Jenewa, Swiss

Konferensi ini menghasilkan Perjanjian Subsidi Perikanan ( Agreement on Fisheries Subsidies) yang menghapus subsidi perikanan yang menyebabkan Illegal, Unregulated, and Unreported Fishing (IUUF).

“Perikanan yang berkelanjutan menjadi titik pijak bagi Delri (Delegasi RI) dalam perundingan subsidi perikanan di WTO ini,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar selaku pimpinan delegasi KKP pada KTM ke-12 WTO tersebut.

Baca Juga: KKP Jalankan Pemanfaatan Ruang Laut Untuk SKKL Sesuai Prinsip Ekonomi Biru

Antam menjelaskan bahwa perjanjian ini merupakan hasil dari proses negosiasi panjang yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia bersama dengan negara-negara anggota WTO sejak tahun 2001. 

Dalam setiap perundingan tersebut salah satu misi yang diusung Pemerintah Indonesia adalah memperjuangkan agar nelayan kecil masih memperoleh perlindungan pemberian subsidi dari pemerintah.

“Melalui perundingan ini negara menunjukkan kehadirannya dalam melindungi nelayan. Kami memperjuangkan agar nelayan kecil masih diperbolehkan memperoleh subsidi,” kata Antam.

Baca Juga: KKP Segel 4,7 Ton Ikan Impor Ilegal Asal Tiongkok dan Malaysia

Lebih lanjut Antam menjelaskan bahwa dalam perundingan yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade ini, Indonesia tetap konsisten untuk memperjuangkan perikanan nasional khususnya nelayan skala kecil, mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur melalui implementasi pengelolaan perikanan berkelanjutan dan efektif ( fisheries management), serta menghentikan pemberian subsidi oleh negara-negara besar ( big subsidizing members) untuk kegiatan penangkapan ikan di luar wilayah yurisdiksi (distant water fishing activities). 

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

Wanita Asal Cina Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:48 WIB
X