Beredar Kabar Pemerintah Akan Blokir Google, WhatsApp, Tiktok dll, Benarkah Demikian?

- Jumat, 24 Juni 2022 | 15:30 WIB
Google (Ghina Atika)
Google (Ghina Atika)

Jakarta, HarianHaluan.com – Tersiar kabar bahwa pemerintah dikabarkan bisa memblokir beberapa platform media asing seperti Google, WA, Tiktok dll.

Hal ini dikarenakan masih banyaknya penyelenggara sistem elektroik yang belum mendaftar diri ke Kementerian Kominfo.

Dikutip dari CNBC Indonesia dan Detik.com , Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi mengatakan hingga Rabu pagi (22/6/2022), PSE asing yang baru mendaftar seperti Tiktok dan LinkTree.

Baca Juga: Segera Blokir! 200 Aplikasi Android Ini Curi Password Media Sosial

"Untuk PSE lingkup privat asing, per pagi ini, setelah kami cek, baru ada Tiktok dan Linktree yang melakukan pendaftaran. Jadi baru dua PSE asing yang besar yang melakukan pendaftaran," kata Dedy saat konferensi pers di Kantor Kominfo, Jakarta beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan  untuk PSE dari domestik telah melakukan pendaftar seperti Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, JnT dan Ovo. Dedy mengatakan Tokopedia juga sudah mendaftar sebelum akhirnya merger dengan Gojek.

Terkait hal ini, Dedy mengingatkan untuk para PSE privat asing dan domestik untuk segera melakukan pendaftaran. Tenggat waktu untuk mendaftar hingga 20 Juli 2022, jika tidak maka mereka yang tidak terdaftar layanannya akan segera diblokir di Indonesia.

Baca Juga: Ingat Ya! Whatsapp Kamu Bisa Kena Blokir Jika Kirim Konten Ini

Kedepannya pemerintah akan mengidentifikasi PSE mana yang belum mendaftar. Setelah itu akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait yang jadi pengampu sektor tersebut.

"Jadi di Indonesia ini kita punya yang namanya KBLI (klasifikasi buku lapangan industri) yang dikeluarkan oleh BPS. Di situ kita bisa cek, misalnya, game lokal itu kementerian lembaga yang menaungi siapa? Kemenparekraf, misalnya," jelas Dedy.

Halaman:

Editor: Alfitra Akbar

Sumber: CNBC Indonesia, detik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X