10 Cara Route Optimization Mengurangi Biaya dan Meningkatkan ROI

- Selasa, 28 Juni 2022 | 15:13 WIB
Foreman checking and control loading containers. Working in cargo container warehouse industry factory site in export, import, and transportation concept. (Foreman checking and control loading containers. Working in cargo container warehouse industry
Foreman checking and control loading containers. Working in cargo container warehouse industry factory site in export, import, and transportation concept. (Foreman checking and control loading containers. Working in cargo container warehouse industry

HARIAN HALUAN - Jika bisnis Anda memiliki kegiatan yang mengelola armada, apa pun itu, kemungkinan besar kenaikan biaya transportasi akan berdampak signifikan pada pendapatan.

Dalam skenario di mana anggaran perusahaan semakin ketat setiap tahun, keberhasilan bukan hanya tentang meningkatkan jumlah pengiriman/pesanan yang terpenuhi, tetapi melakukannya dalam waktu sesingkat mungkin dan dengan biaya serendah mungkin.

Berkat kemajuan teknologi, fleet management system dengan fitur route optimization dapat membantu Anda mencapainya.

1. Kurangi Pemborosan/Downtime
Perusahaan manajemen armada harus berurusan dengan serangkaian variabel yang kompleks saat merencanakan operasional pengiriman/transportasi mereka. Misalnya, perusahaan logistik atau pengiriman harus mempertimbangkan inventaris, perintah kerja, ukuran dan kapasitas kendaraan, manajemen bahan bakar, waktu pengiriman dan pemuatan, jam kerja pengemudi, dan jendela waktu pengiriman pelanggan.

Menjadwalkan operasional secara manual sambil mempertimbangkan semua faktor tersebut akan menghabiskan waktu berharga yang sebenarnya bisa saja dihabiskan di jalan – yang menyebabkan peningkatan downtime kendaraan dan pemborosan jam kerja pengemudi.

Tetapi dengan software route optimization, yang perlu Anda lakukan hanyalah memasukkan semua variabel ke dalam sistem, dan secara instan mengalokasikan kendaraan, route planning, dan pengiriman dengan cara yang paling optimal, sehingga mengurangi idling dan pemborosan sumber daya yang berharga.

2. Cegah Pengiriman yang Salah
Di satu sisi, klien/pelanggan menuntut peningkatan frekuensi pengiriman dalam jendela waktu yang lebih kecil dan ETA yang akurat. Di sisi lain, harga bahan bakar yang tidak dapat diprediksi, kelangkaan pengemudi, dan tuntutan untuk meningkatkan kompensasi pengemudi merupakan ancaman konstan bagi laba.

Dalam keadaan mendesak seperti itu, aplikasi route planning yang manual atau tidak efisien dapat dengan mudah menyebabkan kesalahan, keterlambatan atau pengiriman yang salah, yang dapat terbukti sangat mahal bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Tetapi dengan software route optimization, semua kendala bisnis tersebut dapat diperhitungkan. Beban dibangun dan didistribusikan sesuai dengan rencana rute yang tepat, sehingga kemungkinan salah perhitungan atau kesalahan hampir nol.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Terkini

KKP Abadikan Keindahan Bawah Laut Mandeh

Jumat, 19 Agustus 2022 | 15:49 WIB
X