Beberapa Maskapai Menjerit Babak Belur, Lion Air Group Usulkan Tarif Batas Atas Pesawat Direvisi

- Rabu, 29 Juni 2022 | 14:51 WIB
Lion Air
Lion Air

Jakarta, HarianHaluan.com – Beberapa maskapai penerbangan Indonesia dikabarkan sedang mengalami fase sulit terkait kondisi bisnisnya.

Hal ini disebabkan karena kenaikan harga avtur dan menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi itu membuat biaya perawatan pesawat menjadi lebih mahal.

Dikutip dari Detik.com, President Director of Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan saat ini banyak vendor penyedia material tutup, sekalinya ada menyediakan harga lebih tinggi. Nilai tukar rupiah yang melemah juga membuat operator mesti mengeluarkan ongkos lebih besar sesuai kurs.

Baca Juga: Kabar Duka, Pesawat Susi Air Rute Timika-Duma Kecelakaan

"Komponen yang harus kita bayar atau material, spare part, termasuk transportasi dan logistiknya itu sangat mahal sekali karena kita harus bayar dengan mata uang US$," katanya dalam RDP bersama Komisi V DPR RI, Selasa (28/6/2022).

Kedepannya, Daniel berharap ada revisi Peraturan Menteri (PM) Nomor 20 Tahun 2019 yang mengatur formulasi perhitungan tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) untuk penetapan harga tiket pesawat. Pasalnya aturan itu disebut sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang.


"PM 20 Tahun 2019 dikeluarkan pada saat sebelum pandemi COVID-19 sehingga banyak sekali revisi atau paling tidak review yang harus dilakukan, paling tidak cost operasional pesawat bisa kita reduce," tuturnya.

Selain itu, adanya peningkatan lalu lintas udara yang berpengaruh terhadap waktu tempuh membuat operator harus mengeluarkan biaya produksi lebih tinggi. Daniel mencontohkan perubahan rute yang terjadi untuk penerbangan Jakarta-Tanjung Karang.

Baca Juga: Tak Kunjung Normal, DPR Desak Harga Tiket Pesawat Segera Dinormalkan

"Cengkareng ke Tanjung Karang itu yang dulu bisa kita tempuh dalam waktu 35 menit, sekarang mungkin karena ada traffic ini bisa sampai 50 menit bahkan 1 jam," bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Lasarus menilai kenaikan harga tiket pesawat ada faktor dari Garuda Indonesia.

Menurut Anggota Komisi V tersebut kurangnya armada pesawat Garuda Indonesia disaat permintaan tiket tinggi menyebabkan harga tiket yang terus melambung.

"Harga tiket ini mahal ada faktor Garuda juga ini. Pesawatnya kurang, permintaan banyak, armada sedikit, berlaku hukum ekonomi, mahal lah harga tiket," kata Lasarus.

Editor: Alfitra Akbar

Sumber: detik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X