BBM 2022 Dharmasraya Digelar, Mahaguru Silek Pingian Turunkan Ilmu ke Pegiat Seni Sumbar-Riau-Jambi

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 15:42 WIB
Penyelenggaraan kegiatan BBM di Dharmasraya dilaksanakan secara luring pada tanggal 1-7 Juli 2022 yang bertempat di Laman Tuo Silek Pingian, Jalan Lama Sungai Dareh Jorong Koto Gadang, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.
Penyelenggaraan kegiatan BBM di Dharmasraya dilaksanakan secara luring pada tanggal 1-7 Juli 2022 yang bertempat di Laman Tuo Silek Pingian, Jalan Lama Sungai Dareh Jorong Koto Gadang, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.

HARIANHALUAN - Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggelar kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) di Kabupaten Dharmasraya, memberikan kesempatan istimewa kepada puluhan pegiat seni budaya dari Sumatera Barat, Riau dan Jambi untuk berguru langsung dengan seorang Maestro pencak silat legendaris Silek Pingian selama seminggu.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, Judi Wahjudin menyampaikan, BBM adalah program pembelajaran di mana sejumlah pegiat seni budaya muda akan belajar dan bertukar pengetahuan tokoh seni budaya (Maestro) yang memiliki pengetahuan, pengalaman, wawasan, dan keterampilan yang mendalam. Pada tahun 2022, BBM dilaksanakan di 12 tempat dengan 12 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

"Salah satu tempat penyelenggaraan BBM tahun ini adalah Dharmasraya dengan OPK Silek Pingian dan dengan maestro Zainir Dato’ Mangku yang merupakan keturunan guru keempat atau pemimpin generasi keempat dari Perguruan Silek Pingian Rantau Batanghari. Kegiatan ini diharapkan menjadi simpul utama dalam penyebaran, pertukaran nilai dan pengetahuan serta ajang pembelajaran bagi sumber daya manusia kebudayaan, sehingga kelak mereka akan menjadi pelopor dalam upaya pemajuan kebudayaan," katanya.

Lebih jauh, Judi menjelaskan bahwa Indonesia dengan begitu banyak suku dan etnik memiliki kekayaan dan keragama yang luar biasa. Kekayaan dan keragaman tersebut harus dilestarikan dan dikembangkan agar tidak hilang atau punah. Salah satu cara untuk melestarikan kekayaan dan keragaman tersebut adalah dengan cara meningkatkan kapasitas para pelaku budaya melalui proses berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Penyelenggaraan kegiatan BBM di Dharmasraya dilaksanakan secara luring pada tanggal 1-7 Juli 2022 yang bertempat di Laman Tuo Silek Pingian, Jalan Lama Sungai Dareh Jorong Koto Gadang, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Penyelenggaraan kegiatan BBM luring ini merupakan kelanjutan dari kegiatan BBM daring yang sudah dilaksanakan sebelumnya pada tanggal 22 dan 23 Juni 2022.

Peserta BBM Silek Pingian berjumlah 30 orang dengan usia rata-rata 25 tahun. Hal ini sesuai dengan tujuan dari kegiatan BBM, yaitu menyasar para pelaku seni budaya muda untuk menjadi pelopor nantinya dalam melestarikan seni budaya yang bersangkutan. Semua peserta tersebut merupakan anggota dari Silek Pingian Rantau Batanghari yang berasal dari berbagai daerah di luar Sumatera Barat, seperti Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau dan juga Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Pada akhir pelaksanaan BBM, seluruh peserta akan membuat dramaturgi tentang perjalanan menjadi seorang murid mulai dari membantai limau (syarat masuk sasaran), menerima gerak, hingga ujian hingga masuk ke dalam hutan.

Pencak silat merupakan salah satu seni bela diri khas Indonesia yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Seni bela diri ini berawal dari Sumatera Barat dan Jawa Barat yang kemudian menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Silat di berbagai daerah tersebut memiliki perkembangan masing-masing menyesuaikan dengan adat dan tradisi di daerah.

Pada tahun 2019, Tradisi Pencak Silat ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda pada siding ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage yang berlangsung di Bogota. Silek Pingian sebagai salah satu jenis silat di Indonesia termasuk dalam warisan budaya dunia UNESCO dan sudah seharusnya dilestarikan agar tidak hilang atau punah. Oleh karena itu, BBM hadir di Kabupaten Dharmasraya dengan OPK Silek Pingian agar nantinya para peserta dapat tetap melestarikan seni tradisi tersebut.

Silek Pingian adalah salah satu jenis silat di Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Dimulai dari pria yang Bernama Duli, seorang pemuda Sungai Dareh yang merantau ke Malaysia pada tahun 1890. Disana ia belajar silat yang berazaskan agama Islam. Kemudian pada tahun 1901, ia pulang ke kampung halamannya untuk mengajarkan silat. Ia kemudian membuat Perguruan Silek Pingian Rantau Batanghari. Hingga sekarang perguruan tersebut bertahan dan sekarang dipimpin oleh generasi keempat, yaitu Zainir Dato’ Mangku. Perguruan Silek Pingian Rantau Batanghari memiliki tiga aspek pembelajaran, yaitu bela diri, pengobatan tradisional, dan tasawuf. Pada Kegiatan BBM kali ini akan berfokus pada salah satu dari tiga aspek pembelajaran, yaitu bela diri.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

X