87 Persen Kasus Covid-19 di Indonesia BA.5, Kata Kemenkes

- Senin, 4 Juli 2022 | 20:16 WIB
Covid-19 Melonjak, Shanghai Lockdown dan Warga Frustasi Serta Putus Asa (Foto: CNN)
Covid-19 Melonjak, Shanghai Lockdown dan Warga Frustasi Serta Putus Asa (Foto: CNN)

Harian Haluan - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan bahwa sebanyak 87 persen kasus COVID-19 yang beredar di Indonesia merupakan sub-varian baru yakni BA.5.

“Sebagai informasi sudah 87 persen sub-varian BA.5, itu sudah mendominasi (pandemi) COVID-19 ini. Jadi (trennya) sudah bergeser ke sub-varian BA.5,” kata Syahril dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa secara daring diikuti di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Syahril menyatakan meskipun sub-varian BA.5 sudah mendominasi, namun gejala yang ditimbulkan pada pasien COVID-19 tidak lebih berat dibandingkan dengan varian Omicron yang sempat mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus pada awal tahun 2022.

Baca Juga: Data dari China Terbatas, WHO Tak Bisa Ungkap Asal Usul Virus Corona

Gejala yang lebih ringan dibandingkan Delta dan Omicron tersebut kemudian membuat keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) saat ini berkisar delapan hingga sembilan persen.

“Sehingga kalau kita lihat data di sini, yang sakit sedang hanya sekitar delapan sampai sembilan persen. Jadi tidak seperti halnya Delta maupun Omicron yang lalu, jadi tidak usah khawatir tingkat keganasannya atau tingkat keparahannya, itu tidak terlalu berat, sehingga kita lebih banyak orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan saja,” kata dia.

Saat ini yang terpenting, kata Syahril, adalah kewaspadaan yang dibangun baik dari pemerintah maupun masyarakat agar tidak terlena dengan kondisi yang sudah terkendali, sehingga keterisian rumah sakit tidak melonjak tinggi serta menekan potensi terjadinya kematian pada pasien COVID-19.

“Kewaspadaan bersama artinya masyarakat juga harus waspada, pemerintah apalagi. Hanya satu yang harus kita waspadai yaitu melakukan dan mencegah penularan. Kedua mengendalikan, kalau orang sudah kena, tidak apa-apa, tapi yang penting terkendalikan agar tidak terlalu berat,” ucap Syahril.

Sebagai bentuk pengendalian pandemi COVID-19, pemerintah sendiri mulai menerapkan kembali pelonggaran-pengetatan kebijakan guna mengikuti tren naik turunnya kasus positif di tengah masyarakat.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X