Jika Jamaah Makan Makanan Basi, Pemerintah Akan Berikan Ganti 15 Riyal

- Selasa, 5 Juli 2022 | 21:09 WIB
Ilustrasi jamaah haji mengamalkan bacaan doa menjadi haji mabrur dan mabrurah
Ilustrasi jamaah haji mengamalkan bacaan doa menjadi haji mabrur dan mabrurah

Harian Haluan - Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan jamaah haji akan mendapatkan makanan ganti jika yang disediakan basi atau akan diganti uang senilai 15 Saudi Riyal.

"Apapun alasannya kalau mereka tidak makan harus diganti. Kalau tidak sempat masak lagi diganti yang 15 Riyal atau mie seduh yang senilai itu," kata Menag.

Dalam rapat bersama tim Amirul Hajj dan tim pengawas haji itu, Menag mengatakan, setiap makanan yang diberikan mempunyai masa berlaku misalnya makan pagi dapat dimakan sampai pukul 09.00, makan siang sampai pukul 17.00 dan makan malam sampai pukul 23.00.

Baca Juga: 46 Jemaah Haji Indonesia Dideportasi, Anggota Fraksi PKB Minta Kemenag Tingkatkan Edukasi Jamaah

"Ada jamaah yang telat makan, karena makanan ada expired-nya sudah ditentukan mungkin dia ke masjid belum sempat makan jadi makanan basi," kata Menag.

Lebih lanjut, Menag mengatakan ada perbedaan layanan konsumsi musim haji tahun ini dibandingkan sebelumnya karena jamaah mendapatkan tiga kali makan sedangkan sebelumnya hanya dua kali.

Di Madinah, jamaah mendapatkan makan sebanyak 27 kali selama sembilan hari, kemudian selama 25 hari di Mekkah mendapatkan sebanyak 75 kali makan.

Layanan konsumsi di hotel akan berhenti pada 7 Dzulhijjah atau 6 Juli 2022 dan jamaah akan mendapatkan layanan makan di Armuzna. Selama masa Masyair di Arafah, Muzdhalifah dan Mina, jamaah mendapatkan sebanyak 16 kali makan serta sekali makan di bandara.

Baca Juga: Aduh! Akibat Jemur Handuk di Sprinkler, Kamar Hotel Jamaah Haji Banjir

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X