Kelaparan Terjadi di Lanny Jaya, Pigai: Ini Bukti Nyata Rasisme dan Nekolim!

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:32 WIB
Kelaparan terjadi Lanny Jaya
Kelaparan terjadi Lanny Jaya

Harian Haluan - Aktivis HAM, Natalius Pigai bersuara lantang atas peristiwa kelaparan yang melanda Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Ia menyoroti beberapa kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pigai memberikan kritik keras atas upaya pemekaran wilayah itu melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua.

"Kelaparan Lanny Jaya. @jokowi menekan habis2an Gubernur & Bupati2, energi, uang, waktu hanya habis melayani politik brutus Pusat UU Otsus & DOB (Politik Pendudukan) akibatnya rakyat mati," tulis Natalius di akun Twitter-nya @NataliusPigai2, Kamis (4/8/2022).

Baca Juga: 80 Bidang Sawah di Nagari Abai Solok Selatan Gagal Panen Akibat Dimakan Kerbau

Tak hanya itu, Pigai juga menyindir beberapa proyek bendungan pemerintah pusat yang kebanyakan berlokasi di Pulau Jawa saja.

"Bendungan2 Mega hanya untuk 8 juta Ha Tanah di Jawa. Ini bukti nyata Rasisme & Nekolim!," paparnya.

Ditelusuri, menurut kabar dari Cendrawasih Pos, kelaparan di Lanny Jaya akibat adanya gagal panen. Hal itu berawal dari peristiwa alam embun beku sejak awal Juni 2022.

Sebanyak tiga kampung di Distrik Kuyawage yang terdampak, meliputi Kampung Kuyawage, Kampung Luarem dan Yugunomba.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua, William Manderi menyebut hingga saat ini data yang diterima sebanyak 548 warga yang terdampak dan 4 orang dilaporkan meninggal dunia dimana dua di antaranya adalah anak-anak.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X