Soal Bansos Presiden, Kuasa Hukum JNE Bakal Laporkan Penemu Penimbunan Beras

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:08 WIB
Bansos Presiden yang ditimbun di Depok
Bansos Presiden yang ditimbun di Depok

Harian Haluan - Kuasa hukum perusahaan ekspedisi PT Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) Hotman Paris mendukung keputusan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk menghentikan penyelidikan temuan bantuan sosial (bansos) presiden yang dikubur pada salah satu lahan di Depok.

Dalam konferensi pers di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Hotman menyatakan penghentian penyelidikan kasus tersebut membuktikan tidak ada unsur pidana dalam kasus penguburan bansos presiden tersebut.

"Jadi sekali lagi tidak ada unsur melawan hukum dalam isu soal beras bantuan presiden yang didistribusikan oleh JNE karena beras yang dikubur itu adalah beras milik JNE, itu beras yang sudah rusak," kata Hotman.

Baca Juga: Terungkap! Kuburan Bansos Jokowi di Lahan Gudang JNE Berisi 3,4 Ton Beras

Hotman mengatakan proses selanjutnya, JNE mempertimbangkan untuk melaporkan oknum berinisial R yang mengaku sebagai pemilik tanah ke polisi maupun secara perdata karena insiden penguburan bansos presiden yang sempat ramai diberitakan tersebut.

Diketahui, R merupakan warga yang pertama kali menemukan dan membongkar kasus penemuan beras bansos presiden terkubur di Depok.

"Kalian semua sudah tahu lah siapa oknum itu," ujar Hotman di hadapan awak media.

Hotman menilai oknum tersebut telah memfitnah bahwa JNE melakukan penimbunan beras bansos presiden.

"Padahal tujuan dia (R) adalah memperjuangkan tanah miliknya dia," kata Hotman.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X