Kasus Kematian Brigadir J Terkuak, Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:44 WIB
Irjen Ferdy Sambo diperiksa Bareskrim.
Irjen Ferdy Sambo diperiksa Bareskrim.

Harian Haluan - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perkembangan terbaru perihal kasus kematian Brigadir Yosua pada Selasa (9/8/2022) malam. Sigit mengatakan, kasus ini bukan tembak menembak.

"Saya ulangi tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan awal," kata Sigit dalam konferensi pers.

Dari rangkaian pemeriksaan timsus, Polri akhirnya menetapkan Irjen Ferdi Sambo sebagai tersangka. Sebab, ia merupakan otak dari pembunuhan Brigadir Yosua.

Baca Juga: Survei Kumham Ungkap 80 Persen Responden Setuju dengan Hukuman Mati, Namun Tidak Pada Teroris

"Timsus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang akibatkan saudara J meninggal dunia, yang dilakukan oleh saudara RE (Richard Eliezer) atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo)," ungkap Sigit.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, kini total ada empat tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Bharada E, RR, KM dan Ferdi Sambo. Para tersangka dijerat Pasal 340 Sub Pasal 338 Sub Pasal 56 KUHP, dimana mereka terancam hukuman mati atau penjara hukuman seumur hidup.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan perannya masing-masing, penyidik menerapkan Pasal 340 sub 338, 56 KUHP maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara selama lamanya 20 tahun," kata Agus.

Berikut bunyi Pasal 340 KUHP itu:

“Barangsiapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun”

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X