Sudah 2 Kali Gelar Perkara, Polda Sumbar Hentikan Kasus Mafia Tanah Kaum Maboet

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:08 WIB
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan (Harianhaluan.com/jefrimon)
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan (Harianhaluan.com/jefrimon)

HARIAN HALUAN - Polda Sumbar hentikan kasus mafia tanah yang menjadikan MKW Kaum Maboet, M Yusuf, Alm Lehar dan Yasri sebagai tersangka. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan langkah mengeluarkan SP3 ini karena sudah dilakukan 2 kali gelar perkara, baik secara internal dan gelar perkara khusus.

"Iya, kita sudah keluarkan SP3 nya, kerena sudah dilakukan 2 kali gelar perkara, baik secara internal dan khusus yang melibatkan eksternal, karena kurang bukti dan tidak memenuhi unsur-unsur pidana, maka dari itu kita putuskan keluarkan Surat Penghentian Penyelidikan (SP3)," ujarnya kepada harianhaluan.com, Kamis 11 Agustus 2022.

Dwi Sulistyawan menjelaskan kasus tersebut, terkesan lama diungkap kerena pihaknya butuh waktu untuk melengkapi barang bukti.

"Kita lengkapi barang bukti dulu, karena permintaan dari kejaksaan juga memerlukan waktu, agar kasus ini biar jelas kepastian hukumnya," katanya lagi.

Sementara itu, Lanjut Dwi mengenai laporan yang dilakukan M Yusuf, ke Ditpropam Mabes Polri, sudah ada tindak lanjut dari mabes polri.

"Tindak lanjut dari Mabes Polri sudah beberapa kali turun ke Polda Sumbar untuk menyelidiki kasus ini dan Inspektorat Pengawasan Umum Mabes Polri (ITWASUM) sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan atau klarifikasi Kasus ini," ujarnya.

Menurutnya, laporan yang dibuat oleh M Yusuf, yang melaporkan dugaan Penyalahgunaan Wewenang, tidak Profesional dan Kriminalisasi oleh Ditreskrimum dan Penyidik Polda Sumbar terhadap dirinya, almarhum Mkw Lehar dan Yasri ke Propam Mabes Polri akan di ketahui setelah hasil penyelidikan dari mabes polri selesai.

"Ini telah menjadi pantauan dari Mabes Polri, namun belum selesai, karena se Indonesia yang diurus, yang jelas materi pemeriksaan mengenai masalah administrasi penyidikannya atau penyalahgunaan wewenang seperti yang dilaporkan ada dalam penyidikan," jelasnya.

Di konfirmasi terpisah, Pengacara Mkw M Yusuf, Fadli turut membenarkan hal itu, dan mengungkapkan laporan yang disangkakan ke kliennya tidak memenuhi unsur.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

X