Pengendalian Inflasi, Pemerintah harus Menurunkan Harga Sampai ke Ambang Batas Wajar

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:33 WIB
Pangan di Pasar Raya Padang, (Harianhaluan.com/Jefrimon)
Pangan di Pasar Raya Padang, (Harianhaluan.com/Jefrimon)

Meski demikian, penyebab inflasi tidak hanya dari sisi distribusi, tetapi juga dari produksi. "Sementara inflasi ini faktor pendorongnya banyak. Selain masalah rantai pasok yang lebih panjang, yang ingin diatasi dengan OP juga masalah dari hulu, misal dari produsennya sendiri yang lebih mahal," tandasnya.

Baca Juga: Sambut HUT RI Ke-77, Simak 3 Fakta Lomba Panjat Pinang!

Faisal mencontohkan seperti komoditas pangan yang berbasis pada harga internasional, seperti gandum. Ketika harga komoditas internasional naik, otomatis dari hulunya sudah naik. 

Begitu pula dengan komoditas pangan produksi domestik yang tidak dipatok dengan harga internasional. Komoditas itu diproduksi domestik dan sesuai dengan harga domestik misal beras, cabai, dan bawang merah.

"Kalau masalah domestik, ini berarti juga masalah di hulunya juga, produsen domestik. Artinya itu suplai dari hulu sudah kurang," terusnya.

Baca Juga: Jajal Mobil Listrik EV6, Airlangga: Harganya Jangan Mahal

Ketika penyebab inflasi ada pada sisi produksi, maka OP tidak akan berarti banyak. Padahal saat ini, menurut Faisal, inflasi disebabkan lebih pada faktor produksi atau sisi hulu.

"OP hanya dimaksudkan untuk mengatasi inefisiensi dari sisi distribusi saja. Apakah bisa menekan harga inflasi pangan? Ya bisa, tapi hanya dalam kondisi tertentu. Tapi saya yakin yang lebih banyak berpengaruh sebenarnya saat ini adalah sisi hulu," ujarnya. (*)

Halaman:

Editor: Jefrimon

Tags

Terkini

X