Ferdian Agustiana: Keberlanjutan Bisnis pada Ekosistem Pariwisata dan Kebandarudaraan

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:36 WIB
Ferdian Agustiana
Ferdian Agustiana

Selain dari pada itu, dalam sektor pariwitasa, Indonesia menduduki posisi teratas untuk indeks aset dan potensi di ASEAN, namun Indonesia masih tergolong rendah apabila dilihat dari jumlah wisatawan mancanegara dibandingkan negara ASEAN lainnya. Meskipun demikian, Indonesia memiliki pertumbuhan (CAGR) jumlah wisatawan mancanegara yang tinggi, sehingga aset dan potensi yang dimiliki Indonesia masih dapat terus dieksplorasi dan dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam sektor pariwisata, para pelaku memiliki peluang untuk meningkatkan kekuatan ekosistem pelayanan pariwisata secara keseluruhan, karena didukung dengan beralihnya inisiatif digital dari konvensional. Pergeseran arah binis pariwisata menuntut bahwa dalam pengelolaan industri ini harus tetap kreatif, agile, adaptable dan mampu berkolaborasi.

Pandemi telah mengubah tata cara masyarakat dalam merencanakan dan ber-experience. Transportasi adalah faktor yang sangat vital dan tidak terpisahkan bagi kepariwisataan.

Saat ini kolaborasi diperlukan dalam membangun sektor transportasi dan pariwisata, terdapat hubungan dua arah yang saling mempengaruhi antara kedua sektor tersebut. Akses transportasi yang baik akan meningkatkan kunjungan ke kawasan wisata, dan objek wisata yang menarik juga akan meningkatkan jumlah perjalanan. Moda transportasi udara terdiri dari penerbangan dan kebandarudaraan sektor yang sangat penting bagi perkembangan pasar wisata terutama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Pengelolaan sektor kebandarudaraan dan pariwisata ke depan tidak bisa lagi dikelola secara parsial dan sendiri-sendiri, di mana perusahaan jasa pengelola kebandarudaraan dan sektor pariwisata yang menjadi ekosistem kepariwisataan perlu mengedepankan kolaborasi yang terarah.

Kementerian BUMN dalam hal ini sudah sangat tepat membangun ekosistem pariwisata dengan dibentuknya Perusahaan Holding Industri Avisasi dan Pariwisata (InJourney) yang menggabungkan seluruh ekosistem aviasi dan pariwisata ke dalam satu perusahaan holding. Sehingga penyusunan strategi dan implementasi peta jalan ekosistem industri pariwisata dari hulu ke hilir dapat terealisasi.

Keberlanjutan Bisnis Ekosistem

Dengan membangun konsep kolaborasi antar stakeholder/ekosistem bandar udara dan sektor pariwisata, baik BUMN, regulator dan pemerintah daerah, diperlukan kemampuan dinamis pengelola sektor kebandarudaraan dan pariwisata, yang tentunya dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan, layanan kebandarudaraan dan pariwisata dalam manajemen kualitas layanan untuk mencapai bisnis yang berkelanjutan.

Dinamika lingkungan pada sektor pariwisata mengharuskan para pelaku untuk bersiap menghadapi situasi krisis yang bisa terjadi kapan saja. Krisis besar membutuhkan perubahan besar pada bisnis pariwisata, dan adopsi dari kapabilitas dinamis, hingga Business Model Innovation (BMI) dapat membantu menyelidiki bagaimana perubahan dapat terjadi.

Baca Juga: Pelaku Wisata di Sabang Curhat Faktor Penghambat Pariwisata ke Syech Fadhil

Diberbagai industri termasuk pariwisata, perlu mengembangkan business model baru dan tidak hanya untuk menghasilkan pendapatan tetapi juga melakukan diversifikasi business Model demi keberlanjutan ekosistem. Hal itu bisa dilakukan melalui praktik dan keterampilan kewirausahaan, sehingga pelaku tidak hanya bergantung pada satu produk atau jasa saja.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Artikel Terkait

Terkini

X