Didampingi Polri, Komnas HAM Lakukan Cek TKP di Duren Tiga Besok

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:27 WIB
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo

Harian Haluan - Laboratorium Forensik (Labfor) Polri akan mendampingi Komisi Kepolisian Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengecek tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, yang rencananya dilakukan Senin (15/8/2022).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, membenarkan rencana pengecekan TKP Duren Tiga oleh Komnas HAM, ter​​​​​​masuk didampingi pula oleh Inafis dan dokter polisi.

"Infonya begitu, nanti didampingi Labfor, Inafis, dan dokter kepolisian. Cuma waktunya nunggu "update" lagi," ujar Dedi.

Baca Juga: Diperiksa Komnas HAM, Ferdy Sambo Mengaku Pernah Ancam Brigadir J

Sebelumnya, Komnas HAM RI menemukan adanya indikasi kuat terjadinya pelanggaran HAM dalam kasus kematian Brigadir J, khususnya yang mengarah pada "obstruction of justice" atau upaya penghambatan penegakan hukum.

"Makanya salah satu fokus kami, misalnya soal 'obstruction of justice' dalam konteks kepolisian itu perusakan tempat kejadian perkara," kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam.

Komnas HAM, mendalami dan memperhatikan terkait "obstruction of justice" dalam kasus tersebut. Sebab apabila ditemukan, hal itu merupakan bagian dari pelanggaran HAM.

Komnas HAM telah memeriksa Irjen Pol. Ferdy Sambo yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka bersama dua ajudan dan satu asisten rumah tangga merangkap sopir.

Ketiganya adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Maaruf atau KM (sipil).

Baca Juga: Prabowo dan Ferdy Sambo Jadi Sorotan Media Asing, Ada Apa?

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Dalam kasus ini, terdapat 31 anggota Polri yang melanggar prosedur dalam penanganan olah TKP Duren Tiga. sebanyak16 di antaranya ditahan di tempat khusus, yakni enam orang di Mako Brimob dan 10 di Provost Mabes Polri.

 

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hasil Tangkapan Ikan di Pariaman Masih Fluktuatif

Sabtu, 24 September 2022 | 12:54 WIB

Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Mandi Air Hangat

Sabtu, 24 September 2022 | 11:11 WIB

Andre Rosiade Dorong Penurunan Margin Pembiayaan Syariah

Jumat, 23 September 2022 | 15:49 WIB
X