Andre Rosiade: Pemerintah Harus Keluarkan Aturan Pengendalian Pertalite

- Senin, 15 Agustus 2022 | 14:19 WIB
Andre Rosiade (Ist)
Andre Rosiade (Ist)

HARIAN HALUAN - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra H Andre Rosiade mendesak pemerintah segera menerbitkan aturan terkait pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

Hal itu mengingat kuota jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) tersebut yang semakin menipis. Tak ayal telah membuat antrean panjang dimana-mana.

Andre mengatakan, konsumsi Pertalite tahun ini diproyeksikan akan mencapai 28 juta kiloliter. Sementara kuota yang sudah ditetapkan pemerintah pada tahun ini hanya 23,05 juta kiloliter dan diprediksi hanya bertahan sampai bulan September 2022.

Baca Juga: Andre Rosiade dan Verry Mulyadi: Prabowo Presiden dan Gerindra Menang Harga Mati!

“Saya hampir setiap hari menerima keluhan dari masyarakat soal Pertalite ini. Termasuk dari Sumatra Barat, daerah pemilihan saya,” kata Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini, Senin, 15 Agustus 2022.

Untuk mengatasi hal tersebut, Andre Rosiade telah meminta pemerintah untuk menambah kuota BBM jenis Pertalite sejak Juli lalu. Sejalan dengan itu, dia mengatakan perlunya aturan agar distribusi Pertalite lebih tepat sasaran. Karena diduga banyak salah sasaran dan digunakan oleh pengendara yang sebenarnya tidak berhak menggunakan BBM jenis ini.

"Yang tidak kalah penting, percuma saja kuota naik tapi kalau tidak dikendalikan dengan benar. Artinya itu harus digunakan oleh konsumen pengguna yang benar. Maka perlu ada regulasi yang mengatur pembatasan pembelian Pertalite, sebagaimana pembatasan Solar oleh BPH Migas," kata Andre Rosiade yang juga Ketua FORKI Sumanr ini.

Baca Juga: Gelar Jumat Berkah di Masjid Quba Pauh, Pengurus Minta Andre Rosiade Bantu Pembangunan Kubah

Andre menyebut, beban subsidi BBM tahun 2022 membengkak hingga Rp 502 triliun. Sebelumnya subsidi BBM ini berada di angka Rp 170 triliun. Sementara pada saat bersamaan pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi masih banyak yang tidak tepat sasaran di lapangan.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat ini memaparkan, BBM bersubsidi justru banyak digunakan oleh golongan menengah ke atas. Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga, sebanyak 60 persen golongan masyarakat mampu telah menikmati hampir 80 persen dari total BBM bersubsidi.

Halaman:

Editor: Tio Furqan

Tags

Terkini

Hasil Tangkapan Ikan di Pariaman Masih Fluktuatif

Sabtu, 24 September 2022 | 12:54 WIB

Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Mandi Air Hangat

Sabtu, 24 September 2022 | 11:11 WIB

Andre Rosiade Dorong Penurunan Margin Pembiayaan Syariah

Jumat, 23 September 2022 | 15:49 WIB
X