Berantas Judi, Sebanyak 230 Tersangka Ditangkap Polda Sumbar

- Senin, 15 Agustus 2022 | 22:32 WIB
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, SH. S.Ik. M.Si (harianhaluan.com/ jefrimon)
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, SH. S.Ik. M.Si (harianhaluan.com/ jefrimon)

HARIAN HALUAN - Komitmen tanpa ada judi di ranah minang Polda Sumbar terus upayakan pemberantasan judi online maupun konvensional dengan berhasil menangkap sebanyak 230 tersangka. 

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, SH. S.Ik. M.Si mengatakan operasi ini telah berjalan selama 15 hari yang dilakukan oleh Polda dan Polres sejajaran Polda Sumbar sejak tanggal 1 Agustus 2022.

"Saat ini pihak kepolisian Polda Sumbar berserta jajaran sudah berhasil mengungkap sebanyak 124 kasus perjudian, dengan jumlah pelaku perjudian yang telah ditetapkan sebagai tersangka sudah sebanyak 230 orang," ujarnya saat menggelar Konferensi Pers di Mapolda Sumbar Senin 15 Agustus 2022.

Baca Juga: Jokowi Kukuhkan Paskibraka Nasional 2022, 2 Pelajar Wakili Sumbar

Ia mengatakan operasi pemberantasan perjudian tersebut dilancarkan lantaran semakin maraknya aksi perjudian yang telah meresahkan masyarakat di wilayah Sumbar yang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Perjudian ini hanya menyengsarakan masyarakat kecil dan masyarakat ekonomi lemah, yang mana mereka tidak tahu bahwa kegiatan perjudian itu tidak akan pernah bisa membuat kaya si pemasang. Namun Justru hanya akan menambah pundi-pundi kekayaan para bandar judi" ujarnya.

Menurutnya, perjudian ini merupakan perbuatan yang dilarang oleh agama, dan juga merupakan perbuatan yang melanggar hukum, sehingga setiap pelaku, perantara, maupun para bandar judi, bisa dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian. dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara atau denda paling banyak Rp15 juta.

Baca Juga: Polisi Periksa 5 Saksi dalam Kasus Pencurian dan Intimidasi Karyawan Alfamart

"Tidak hanya itu, hingga hari ke 15 ini, Kapolda masih menekankan atensinya kepada jajaran soal pemberantasan perjudian, termasuk manakala ada oknum kepolisian yang mencoba bermain-main dengan menjadi beking ataupun sengaja tutup mata dengan tidak bertindak dalam pemberantasan aksi judi ," tegasnya.

Kombes Pol Dwi Sulistyawan juga menyampaikan bahwa prinsip Restoratif Justice, tidak akan berlaku kepada para pelaku perjudian, sebab menurutnya, sesuai dengan perintah Kapolda Sumbar bahwa tidak ada toleransi terhadap pelaku judi, sehingga setiap kasus perjudian dipastikan akan berlanjut hingga ke persidangan.

Halaman:

Editor: Jefrimon

Tags

Terkini

Hasil Tangkapan Ikan di Pariaman Masih Fluktuatif

Sabtu, 24 September 2022 | 12:54 WIB
X