Usut Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu! Jokowi: Agenda Besar Bangsa Tidak Boleh Berhenti

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:04 WIB
Presiden Jokowi menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/08/2022) pagi. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)
Presiden Jokowi menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/08/2022) pagi. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

HARIANHALUAN.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, agenda besar bangsa tidak boleh berhenti. Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat masa lalu juga terus menjadi perhatian serius pemerintah.

“RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi sedang dalam proses pembahasan dan Tindak lanjut atas temuan Komnas HAM masih terus berjalan. Keppres Pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu juga telah saya tanda tangani,” tegas Jokowi.

Hal tersebut diungkapkan Presiden RI  dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/08/2022).

Baca Juga: Dua Siswa Sumbar Kibarkan Merah Putih di Istana Negara, Ini Asal Sekolah Mereka

Menurut Jokowi, langkah-langkah besar harus terus dilakukan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia maju dan membangun Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Saya tegaskan kembali, agenda besar bangsa tidak boleh berhenti. Langkah-langkah besar harus terus dilakukan,” ujar Presiden seperti dilansir setkab.go.id.

Lebih lanjut, Presiden menekankan lima agenda besar yang akan dilaksanakan Indonesia.

Baca Juga: KKP RI Gelar BCL Semarakkan HUT RI di Kota Padang, Pemko Sambut Baik dan Siap Mendukung

Pertama, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Presiden Jokowi mencontohkan, hilirisasi nikel yang dilakukan telah meningkatkan ekspor besi baja sebesar 18 kali lipat. Ekspor besi baja meningkat dari sekitar Rp16 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp306 triliun di tahun 2021.

“Di akhir tahun 2022 ini, kita harapkan sudah bisa mencapai Rp440 triliun. Itu hanya dari nikel, sekali lagi itu hanya dari nikel. Selain penerimaan pajak, devisa negara juga naik, sehingga kurs rupiah lebih stabil,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Terkini

X