KKP Abadikan Keindahan Bawah Laut Mandeh

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 15:49 WIB
Peserta turnamen fotografi dan videografi bawah laut Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut, berada di bangkai Kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam 100 tahun lalu di perairan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Peserta turnamen fotografi dan videografi bawah laut Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut, berada di bangkai Kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam 100 tahun lalu di perairan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

PESISIR SELATAN, HARIAN HALUAN - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengabadikan keindahan bawah laut perairan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, melalui turnamen fotografi dan videografi bawah laut.

Salah satu objek pengambilan gambar adalah Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dari MV Boelongan Nederland yang tenggelam pada tahun 1942 saat Perang Dunia II.

"Mandeh ini kan icon Sumatera Barat, landscapenye luar biasa indah begitu juga bawah lautnya. Kita ingin orang melihat Mandeh ini, tapi yang datang itu diharapkan orang yang berkualitas yaitu yang paham dengan alam dan tahu menjaga alam, bukan malah merusak alam," ungkap Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto ketika menutup turnamen fotografi dan videografi bawah laut di Pesisir Selatan, Jumat (19/8/2022).

Turnamen ini diikuti sebanyak 15 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Di hari pertama, mereka mulai menyelam di perairan Mandeh pada Rabu 17 Agustus usai melangsungkan upacara bendera di bawah air.

Baca Juga: Diskominfo Pesisir Selatan Raih Juara 1 Lomba Paduan Suara HUT RI ke-77

Lokasi penyelaman pertama di sekitar Pulau Cubadak yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya.

Lokasi penyelaman selanjutnya di esok hari, adalah BMKT MV Boelongan Nederland di kedalaman sampai 30 meter dari permukaan laut. Kapal milik Belanda yang dibuat pada tahun 1915 tersebut tenggelam akibat serangan tentara Jepang pada awal tahun 1942.

Bangkai kapal Boelongan yang masih terlihat utuh itu, kini menjadi habitat terumbu karang, dan beragam biota laut seperti penyu dan gerombolan ikan.

Penyelaman di area ini didampingi oleh safety driver untuk memastikan keselamatan para penyelam sekaligus menjaga kelestarian kekayaan laut Mandeh.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: KKP

Tags

Terkini

Pemko Pariaman Kebut Smart City dengan Gelar Bimtek

Rabu, 28 September 2022 | 20:26 WIB

Teken MoU, Pemko Pariaman Jalin PKS dengan Unand

Rabu, 28 September 2022 | 20:03 WIB

Bertambah 106, Total Nagari di Sumbar Kini Jadi 1.035

Rabu, 28 September 2022 | 06:14 WIB

Dishub Kota Pariaman Minta Tambahan Bus Sekolah

Selasa, 27 September 2022 | 19:18 WIB
X