KKP Abadikan Keindahan Bawah Laut Mandeh

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 15:49 WIB
Peserta turnamen fotografi dan videografi bawah laut Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut, berada di bangkai Kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam 100 tahun lalu di perairan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Peserta turnamen fotografi dan videografi bawah laut Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut, berada di bangkai Kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam 100 tahun lalu di perairan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Usai penyelaman di tiap lokasi, para peserta selanjutnya melakukan aksi mengambil sampah yang tampak di area penyelaman, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kesehatan laut. Sampah plastik yang terkumpul terbilang sedikit menunjukkan masih alaminya kawasan ini.

"Ini adalah kegiatan positif yang penyelenggaraannya melibatkan banyak pihak, mulai dari Pemda hingga komunitas penyelaman. Sinergi yang sangat baik. Harapan kami kegiatan ini membawa dampak ekonomi sikular yang tentunya tidak hanya manfaat ekonomi tapi juga sumber daya alamnya tetap terjaga, karena laut Mandeh ini masih alami sekali dan bersih," papar Doni.

Ditambahkannya, rangkaian turnamen fotografi dan videografi bawah air sebagai bagian dari acara besar bertajuk Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut yang berlangsung dari 17 - 21 Agustus di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang untuk mempromosikan salah satu program ekonomi biru KKP yakni Bulan Cinta Laut.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar meyakini turnamen fotografi dan videografi bawah air yang digelar KKP dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Mandeh. Kawasan Mandeh merupakan objek wisata unggulan karena sajian yang dihadirkan sangat beragam, mulai dari panorama alam, kuliner, hingga keindahan bawah laut.

"Susah payah kami memperkenalkan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, dengan kegiatan ini terbantu sekali. Dan mudah-mudahan apa yang akan dilakukan oleh KKP nantinya juga bisa menambah daya tarik wisata Kawasan Mandeh ini di tingkat regional ataupun secara nasional," ujar Rusma Yul Anwar.

Sementara itu, salah satu juri turnamen Oki Refianto menerangkan penjurian bersama dua juri lainnya berjalan sengit lantaran objek-objek bawah laut Mandeh indah dan unik. Untuk kapal Boelongan misalnya, masih berwujud nyaris utuh meski sudah 100 tahun berada di dasar laut.

Kondisi tersebut diperkirakan karena bangkai kapal berada di perairan payau dengan kadar garam tidak begitu tinggi. Kadar garam mempengaruhi tingkat korosi besi dan elemen-elemen lain yang menempel pada kapal.

"MV Boelongan ini unik sekali, satu-satunya di dunia. Dan bangkainya di Mandeh paket komplit karena bisa jadi objek macro maupun wide angle. Karya-karya para peserta juga sangat luar biasa berkualitas, dan kami seobjektif mungkin melakukan penilaian," ungkap Oki yang merupakan pelopor penyelaman lokasi tenggelamnya Kapal MV Boelongan pada tahun 2013.

Sebagai informasi, kategori yang diturnamenkan yakni foto macro dan wide angle, serta video kreatif berdurasi satu menit dengan hadiah utama Piala Bergilir Menteri Kelautan dan Perikanan, uang tunai, serta sejumlah piranti teknologi. Penjurian berlangsung 19 Agustus dilanjutkan dengan penguman para pemenang.

Pemberian hadiah bagi pemenang akan diserahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di puncak acara yang berlangsung di Kota Padang pada Minggu 21 Agustus 2022.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: KKP

Tags

Terkini

X