Berawal dari Perjanjian Fee Rp11,5 Miliar! Berbuntut 11 Tersangka Ditahan Dugaan Korupsi RSUD Pasbar 

- Minggu, 28 Agustus 2022 | 09:57 WIB
Pengembalian hasil suap atau gratifikasi sebesar Rp3,8 miliar dari tersangka HAM
Pengembalian hasil suap atau gratifikasi sebesar Rp3,8 miliar dari tersangka HAM

HARIAN HALUAN - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman Barat (Pasbar) Ginanjar Cahya Permana menyatakan bahwa kasus dugaan korupsi RSUD tahun anggaran 2018-2020 berawal ketika tersangka inisial HAM sebagai penghubung rekanan dengan Kelompok Kerja (Pokja) dijanjikan uang sebesar Rp11,5 miliar.

Berbuntut terseretnya 11 orang tersangka yang sudah ditahan Kejari Pasbar. Diantaranya, 3 tersangka status swasta dan 8 PNS. 

"Peranan HAM ini mencari rekanan dan bertemulah dengan Direktur PT MAM Engerindo inisial AA," kata Ginanjar, Minggu 28 Agustus 2022.

Baca Juga: Polisi Proses Laporan Warga di Pasbar Ulah Segelintir Oknum yang Halangi Truk Bawa Material Pasir

Dari pertemuan itu, maka disepakati bahwa apabila PT MAM Engerindo mendapatkan proyek RSUD Pasaman Barat dengan pagu anggaran Rp136 miliar maka HAM akan diberikan Rp11,5 miliar dari PT MAM Engerindo.

"Untuk meyakinkan PT MAM Engerindo maka HAM mengajak Pokja ke Jakarta, di kantor PT MAM Engerindo sepakati bahwa penawaran jangan lebih dari 3% dan dalam pelaksanaannya PT MAM Engerindo memenangkan proyek sebesar Rp134 miliar," beber Kajari.

Dia mengatakan dari pengakuan HAM yang teralisasi hanya Rp 4,5 miliar dari kesepakatan Rp11,5 miliar tersebut.

Baca Juga: Jumat Keramat, Pelaku Judi Togel Online Diringkus dalam Pondok Ladang di Gunung Talang Solok

"Namun kita masih mendalami apakah benar HAM hanya menerima Rp4,5 miliar," ujarnya.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

X