Ternyata Begini Hukumnya Kirim Stiker Doa untuk Orang Meninggal

- Kamis, 15 Juli 2021 | 08:11 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Di tengah banyaknya berita duka yang disampaikan melalui media sosial, sebagian orang mengirimkan stiker ucapan doa sebagai bentuk perhatiannya. Namun bagaimana hukumnya?

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Dr. H. Fuad Thohari, MA menjelaskan, doa yang dikirim untuk orang yang sudah meninggal adalah bisa sampai dan bermanfaat untuk mayit. Akan tetapi apabila doa-doa tersebut hanya berbentuk stiker atau teks bacaan tanpa diucapkan terlebih dahulu sebelum dibagikan, maka tidak dikatakan sebagai doa dan tidak ada manfaatnya bagi mayit.

"Kalau langsung copas stiker tapi lisan tidak mengucapkan ini tidak bermanfaat. Sebelum di-share dibaca dahulu dalam hati diikuti dengan gerakan lisan," kata Fuad pada Rabu (14/7).

Baca Juga: Akun Anda Diretas? Tenang, Kini Ada Fitur Security Checkup di Instagram

Di samping itu, Fuad mengatakan, sebagai dampak kemudahan teknologi semacam ini, berita menyenangkan yang diterima dalam grup, langsung direspon dengan berbagai stiker aneka model dan bahasa bertuliskan mubaarok, selamat, dan lainnya.

Sebaliknya apabila mendengar berita, teman atau anggota grup sakit, langsung dikirim stiker doa atau stiker ucapan yang berakar kata syafaa…(semoga Allah menyembuhkan), yang seringkali penulisan dhomir-nya salah.

Baca Juga: Sepanjang Januari-Juni 2021, Honda Brio Jadi Mobil Terlaris di Indonesia

Misalnya mendokan kawan atau saudara laki-laki yang sakit dengan membagikan stiker atau dengan kirim doa berbentuk tulisan, syafaakillah. Sementara kawan perempuan yang sakit, malah dikirim doa atau stiker dengan redaksi syafaakallah. Nampaknya karena buru-buru atau tidak mengerti, doa dalam stiker yang dikirim tidak dibedakan, apakah yang sakit itu laki-laki atau perempuan.

Penggunaan stiker untuk dhomir mukhatabah, mukhatabah, dhomir ghoib mufrad mudzakkar atau dhomir ghobah mufrad muannats, mestinya menyesuaikan peruntukkannya sesuai kaidah gramatika Arab (ilmu Nahwu).

Halaman:

Editor: Miftahul Rizki

Sumber: Republika

Terkini

Pemko Pariaman Lakukan Pengamanan Aset Daerah

Sabtu, 21 Mei 2022 | 21:48 WIB

Volume Sampah Kota Pariaman Alami Peningkatan

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:17 WIB
X