McLaren Nyaris Bangkrut, Pangeran Muhammad bin Salman Jadi Penyelamat

- Kamis, 22 Juli 2021 | 07:20 WIB
Mayoritas pemegang saham McLaren kini didominasi oleh perusahaan dari Timur Tengah seperti Bahrain dan Arab Saudi.
Mayoritas pemegang saham McLaren kini didominasi oleh perusahaan dari Timur Tengah seperti Bahrain dan Arab Saudi.

HARIANHALUAN.COM - Perusahaan mobil McLaren asal Inggris nyaris mengalami kebangkruta. Namun beruntungnya, baru-baru ini dilaporkan Reuters, perusahaan pendanaan yang dimiliki oleh Pangeran Mohammad bin Salman dari Kerajaan Arab Saudi yakni Public Investment Fund mengucurkan dana yang tidak sedikit buat McLaren.

Baca Juga: FIFGROUP Tebar Kurban 371 Kambing dan 3 Sapi di 235 Titik se-Indonesia

Tidak main-main Public Investmen Fund mengucurkan dana sebesar USD758 juta atau setara Rp10,8 triliun. Kucuran dana tersebut memang tidak membuat perusahaan pendanaan yang dipimpin oleh Pangeran Mohammad bin Salman ini menjadi pemilik McLaren. Pasalnya saat ini pemegang saham mayoritas McLaren saat ini masih ada di perusahaan pendanaan asal Bahrain, Mumtalakat.

Paul Walsh, McLaren Group Executive Chairman mengatakan kehadrian Public Investmen Fund menyempurnakan strategi finansial yang akan dijalankan oleh perusahaan mobil asal Inggris itu. Menurutnya perusahaan pendanaan yang dipimpin Pangeran Mohammad bin Salman akan memmbantu rencana keberlanjutan pengembangan bisnis McLaren di masa depan.

"Dengan fondasi kuat yang sudah terbentuk,kami ada dalam posisi yang sangat baik untnuk mewujudkan ambisi kami sebagai perusahaan otomotif elite di bisnis mobil mewah super dan balapan," ujarnya.

Keterlibatan Pangeran Mohammad bin Salman dengan McLaren sebenarnya sudah terlihat di mobil balap Formula 1 milik McLaren. Di mobil balap tersebut, Pangeran Muhammad bin Salman juga menjadi sponsor. Hal itu terlihat pada badan mobil balap Formula 1 yang ditempeli stiker KAUST. KAUST merupakan singkatan dari King Abdullah University of science and Technology. Diketahui pemimpin dari KAUST tidak lain dan tidak bukan adalah Pangeran Muhammad bin Salman.

Kehadiran Pangeran Mohammad bin Salman dengan perusahaan pendanaannya memang jadi penyelamat buat McLaren yang mengalami krisis belakangan sejak tahun lalu. Saat itu McLaren terlilit hutang yang sangat besar hingga harus memecat 1.200 karyawan dan menjual kantor pusat mereka di Woking, Inggris.

Saat ini kondisi McLaren setelah berhasil menjual kantor pusat mereka memang sedikit membaik. Tahun ini penjualan mobil McLaren pada kuarter pertama tahun ini meningkat 145 persen dibandingkan kuarter pertama tahun lalu. (*)

 

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: sindonews.com

Terkini

Wabup Natuna Positif Terpapar Covid-19

Senin, 26 Juli 2021 | 00:15 WIB
X