Heboh, Ada Atlet Transgender di Olimpiade Tokyo 2020

- Kamis, 22 Juli 2021 | 11:16 WIB
Atlet Transgender di Olimpiade Tokyo 2020
Atlet Transgender di Olimpiade Tokyo 2020

 

HARIANHALUAN.COM - Laurel Hubbard, merupakan atlet transgender pertama asal Selandia Baru di Olimpiade Tokyo 2020. Hubbard akan membuat sejarah di Olimpiade Tokyo 2020 setelah menjadi olahragawan transgender pertama yang dipilih untuk bersaing. Atlet Selandia Baru berusia 43 tahun, yang beralih dari pria ke wanita pada 2012 itu akan mewakili negaranya dalam angkat besi wanita.

Baca Juga: Hingga Hari ini, Sudah Ribuan Warga Jepang Tinggalkan Indonesia

Tetapi keberadaan Hubbard telah memicu perdebatan sengit tentang persaingan di Olimpiade Tokyo 2020. Atlet dari cabor angkat besi telah menyuarakan penentangan terhadap dukungan Komite Olimpiade Internasional (IOC) terhadap Hubbard dengan menyebut situasi seperti lelucon yang buruk.

Sementara beberapa mantan bintang olahraga, seperti Caitlyn Jenner, Martina Navratilova dan Sharron Davies, menentang atlet yang terlahir sebagai laki-laki bersaing dalam olahraga wanita. Hubbard sendiri diketahui belum memberikan wawancara media sejak 2017 dan dia absen dari pemotretan untuk tim angkat besi Selandia Baru jelang Olimpiade Tokyo 2020 .

Joanna Harper, yang mengerjakan beberapa penelitian tentang atlet transgender di Universitas Loughborough, mengatakan Hubbard "tentu saja memiliki keunggulan fisik" dibandingkan pesaing wanitanya.

Joanna Harper, yang melakukan penelitian tentang atlet transgender dari Universitas Loughborough, mengatakan keberadaan Hubbard di Olimpiade Tokyo 2020 dinilai tidak adil. Sebab, dia memiliki keunggulan fisik ketimbang pesaingnya.

"Secara umum, wanita transgender lebih tinggi, lebih besar dan lebih kuat, bahkan setelah terapi hormon daripada wanita cisgender (yang identitas gendernya cocok dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir). Itu semua adalah keuntungan dalam banyak olahraga, termasuk angkat besi," tutur Harper dikutip dari Sky News, Kamis (22/7/2021).

"Apakah keuntungan itu tidak adil adalah pertanyaan yang sama sekali berbeda. Sangat penting untuk membuat perbedaan itu. Kami mengizinkan keuntungan dalam olahraga - sebenarnya kami merayakannya. Yang tidak kami izinkan adalah keuntungan yang luar biasa."

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: sindonews.com

Terkini

Wabup Natuna Positif Terpapar Covid-19

Senin, 26 Juli 2021 | 00:15 WIB
X