Sindikat Penjual PCR Palsu Dibongkar Polisi, 1 Surat Dihargai Rp600 Ribu

- Jumat, 23 Juli 2021 | 15:22 WIB
Surat palsu yang dijual
Surat palsu yang dijual


HARIANHALUAN.COM - Lima orang yang diduga merupakan sindikat kasus surat tes usap PCR palsu diciduk jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur pada Rabu (21/7) lalu di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca Juga: Sebentar Lagi Bermigrasi, Begini Cara Setting TV Analog ke TV Digital

"Ada laporan masyarakat bahwa ada kecurigaan pemalsuan surat PCR dengan hasil negatif yang dilakukan oleh beberapa orang dan digunakan oleh salah satu penumpang yang berangkat menggunakan pesawat terbang," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan di Jakarta, Jumat (23/7).

Erwin Kurniawan menambahkan kelima orang yang ditangkap tersebut berinisial DDS, dan KA yang merupakan calon penumpang pemesan surat keterangan hasil negatif PCR palsu.

Baca Juga: Anggota DPRD Pasaman Barat dari Dapil II Reses di Luhak Nan Duo

"Selanjutnya tiga orang dengan inisial DI, MR, dan MG yang melakukan pembuatan soft copy, mencetak surat PCR palsu dengan perannya masing-masing," ujar Erwin Kurniawan.

Erwin mengatakan bahwa dari penangkapan tersebut juga turut diamankan sejumlah barang bukti seperti laptop, printer, CPU, uang tunai sebesar Rp600.000, dan contoh surat hasil negatif PCR palsu.

Atas perbuatan tersebut kelimanya disangkakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun, kemudian Pasal 268 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.

Selanjutnya Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 4 tahun 1984 dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda Rp1.000.000, serta Pasal 9 Ayat 1 UU Nomor 6 tahun 2018 dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Merdeka.com

Terkini

Terpopuler

X