Airlangga Hadiri IPEF, Pakar: Momentum Diplomasi Politik dan Ekonomi

- Jumat, 9 September 2022 | 16:47 WIB
Airlangga Hartarto (Istimewa)
Airlangga Hartarto (Istimewa)

HARIAN HALUAN - Pakar perdagangan ekonomi dunia  dan politik internasional UGM, Dr. Riza Noer Arfani mengatakan, Indonesia akan merasakan manfaat secara politik dan ekonomi dengan bergabung bersama kerangka Ekonomi Indo-Pasifik yang baru atau IPEF (Indo-Pacific Economic Framework). 

 “Untuk jangka panjang, akan banyak dampak pada keseimbangan kekuatan secara politik maupun ekonomi di kawasan. Kita masih agak meragukan apa yang diinginkan China dalam keterlibatan mereka di kawasan, terutama isu-isu profile macam laut china selatan, sehingga dari sisi itu kita masih butuh pertimbangan dari kelompok yang lain seperti Amerika, Indo Pasifik. “ kata Riza, saat berbincang hari ini (9/9/2022).

 Dalam jangka pendek, secara politik bisa memperkuat posisi Presidency G20 dan Keketuaan ASEAN di tahun depan. “ Karena bagaimanapun Amerika masih memegang kendali dalam bidang ekonomi tertentu. Maka dalam jangka pendek diplomasi bisa terbentuk dengan bergabung dengan IPEF sebagai pelengkap dari diplomasi ekonomi yang kita bangun pada kawasan yang lain atau skema yang lain seperti RCEP,” jelas Riza. 

 Baca Juga: Airlangga Hartarto Dukung Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Sebagai komoditas Strategis Nasional

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tengah berada di Amerika Serikat guna menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indo-Pasific Economic Framework (IPEF). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Golkar ini mendorong investor Amerika masuk ke Indonesia. 

 "Volume perdagangan bilateral RI-AS ditargetkan mencapai US$60 miliar. Saat ini baru mencapai sekitar US$37 miliar, sehingga terdapat opportunity lebih meningkatkan lagi kerja sama kedua negara," kata Airlangga.

Airlangga menerangkan realisasi investasi AS di Indonesia tahun 2021 sebesar US$2,54 miliar atau sekitar Rp37,5 triliun. "Investasi AS ke Indonesia masih sangat kecil, sehingga perlu didorong lebih banyak investasi AS ke Indonesia," kata Airlangga saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan (Mendag) AS Gina Raimondo di sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indo-Pasific Economic Framework (IPEF) for Prosperity, 8-9 September 2022 di Los Angeles, Amerika Serikat.

 Baca Juga: Airlangga Hartarto Minta Kader Golkar untuk Aktif di Media Sosial, Pengamat: Itu Langkah yang Pas

Kondisi perekonomian Amerika sendiri sedang tidak baik-baik saja. Mereka dibayangi resesi dan perlambatan perekonomian. Namun menurut Riza, masih besar peluang Amerika sebagai negara dengan kekuatan ekonomi besar. “ Kita lihat langkah amerika selama ini fokus mereka masih mengatasi dampak kemungkinan resesi yang melanda. Saya kira kalau dikaitkan dengan kerangka kerja IPEF,sebetulnya yang disasar amerika utamanya  mengalihkan sumber-sumber, atau akses ekonomi mereka dari China.” ungkap Riza.

 Dari kerangka kerjasama IPEF ini, diharapkan bisa membawa manfaat bagi Indonesia dan 13 negara anggota lainnya. “ Ini forum gagasan untuk kerangka kerja bersama 14 negara yang terlibat didalamnya, impactnya perlu kita lihat apakah ada hal hal konkret, misal dalam hal peningkatan investasi Amerika di negara ASEAN, terkhusus Indonesia, itu perlu dilihat dulu, seberapa lempulangan  bisnis industri mereka bisa mendorong untuk melakukan ekspansi bisnis sesuai dengan kerangka kerja yang dirancang.” tandas Riza.

Halaman:

Editor: Jefrimon

Tags

Terkini

X