Gubernur Beberkan Strategi Sumbar untuk Tekan Laju Inflasi ke Komisi XI DPR RI

- Sabtu, 10 September 2022 | 05:43 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menerima Kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI, dalam rangka fungsi pengawasan ke Provinsi Sumbar terkait inflasi daerah, di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat, 9 September 2022.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menerima Kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI, dalam rangka fungsi pengawasan ke Provinsi Sumbar terkait inflasi daerah, di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat, 9 September 2022.

HARIAN HALUAN - Pemprov Sumbar bersama instansi terkait lainnya dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumbar terus berupaya melakukan berbagai langkah strategi guna menekan laju inflasi.

Diantaranya dengan menjaga suplai pangan, ketersediaan pupuk, hingga mengintervensi pasar melalui operasi pasar, dan pameran.

Baca Juga: Gubernur Sumbar Kenang Sosok Abak: Kami Dibesarkan Beliau dengan Mengayuh Becak

Demikian diungkapkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menerima Kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI, dalam rangka fungsi pengawasan ke Provinsi Sumbar terkait inflasi daerah, di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat, 9 September 2022.

Terkait pupuk diakui Gubernur terjadi kendala akibat dari perang Rusia - Ukraina yang menyebabkan salah satu komponen impornya terhambat sehingga berdampak pada lambatnya distribusi pupuk kepada petani. Meski begitu, Gubernur mengatakan Pemprov Sumbar mendorong para peternak untuk mengolah pupuk organik.

Baca Juga: Mahasiswa dari Berbagai Aliansi Demo Kenaikan Harga BBM di Kantor Gubernur Sumbar

Upaya lainnya lanjut Gubernur adalah dengan optimalisasi kelompok wanita tani (KWT) serta menggelar pameran. Salah satunya yang terdekat adalah pameran terbesar "Sumbar Malagak" pada 29 September mendatang.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran Komisi XI hari ini ke Sumbar akan menambah semangat kami dan juga memberikan masukan berharga untuk terus menekan inflasi di Provinsi Sumbar," ujar Gubernur.

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Febrio Kacaribu. Menurutnya, dengan tingkat inflasi Sumbar saat ini mencapai 8,01 persen, diperlukan perhatian stakeholder terkait, dan koordinasi yang baik diantara TPKAD serta TPID.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

95 Persen BLT Sudah Disalurkan untuk KPM di Pariaman

Minggu, 27 November 2022 | 20:30 WIB

Sah! APBD Sumbar 2023 Disetujui Rp6,7 Triliun

Minggu, 27 November 2022 | 09:32 WIB

ETLE Mobile Aktif di Sumbar, Ini TO Tilang Elektronik

Minggu, 27 November 2022 | 09:30 WIB
X